Mengenal Deteksi Tabrakan di BIM: Pendekatan Langkah demi Langkah

Pelajari praktik terbaik dalam melakukan deteksi tabrakan (clash detection) pada proyek konstruksi menggunakan BIM, serta bagaimana tinjauan model yang terstruktur bisa memberikan dampak positif pada hasil proyek.

Apa Itu Clash Detection?

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas dasar-dasar deteksi tabrakan: mengapa hal ini penting untuk keberhasilan proyek, jenis-jenis tabrakan yang bisa terjadi, bagaimana cara mempercepat proses pengecekan, dan hubungannya dengan manajemen kualitas BIM secara keseluruhan.

Sekarang, mari kita bahas lebih dalam tentang proses pengecekan model dan manfaat bisnis dari melakukan deteksi tabrakan dengan benar.


Syarat Awal untuk Kolaborasi BIM yang Efisien

Langkah awal untuk pengecekan model yang sukses adalah BIM Execution Plan (BEP). Dokumen ini menjelaskan standar kerja, kebutuhan, peran, dan tanggung jawab dalam proses berbasis model. Salah satu hal penting yang harus disepakati adalah format file BIM yang akan digunakan, dan IFC adalah pilihan yang ideal karena bersifat terbuka dan mendukung kolaborasi lintas platform.

Dalam hal deteksi tabrakan, peran BIM Manager atau BIM Coordinator sangat penting. Mereka bertugas mengatur proses BIM antar disiplin dan memastikan deteksi tabrakan berjalan lancar.

Agar proses ini efisien, proyek juga perlu menggunakan CDE (Common Data Environment) sejak awal—yaitu platform bersama untuk menyimpan, membagikan, dan melacak data proyek secara terkontrol.

Yang tak kalah penting adalah menggunakan software yang handal. Banyak koordinator BIM memilih Solibri Office sebagai alat utama untuk pemeriksaan model dan deteksi tabrakan.


Langkah-langkah Deteksi Tabrakan

Deteksi tabrakan sudah menjadi rutinitas standar dalam proyek yang menggunakan BIM. Proses ini sebaiknya dimulai sejak awal proyek dan dilakukan terus-menerus hingga posisi dan ukuran elemen bangunan benar-benar final dalam model.

1. Impor dan Gabungkan Model

Setelah desainer memeriksa model masing-masing secara internal, mereka akan mengirim file IFC ke koordinator BIM. Koordinator kemudian menggabungkan semua model menjadi satu kesatuan di Solibri untuk deteksi tabrakan lintas disiplin.

2. Lakukan Pengecekan Berdasarkan Aturan (Rule-Based Checking)

Dalam Solibri Office, kita bisa membuat aturan pengecekan tabrakan yang spesifik sesuai kebutuhan proyek—baik untuk tabrakan geometris sederhana hingga tabrakan fungsional yang lebih kompleks, misalnya memastikan adanya ruang cukup untuk instalasi atau perawatan.

Solibri akan memindai seluruh model dan mengidentifikasi tabrakan, lalu mengurutkannya berdasarkan tingkat keparahan. Contohnya, pipa kecil yang menembus dinding penyangga mungkin kurang kritis dibanding saluran udara besar yang memotong balok struktural.

Catatan: Beberapa tabrakan bisa jadi sudah disepakati antar desainer dan tidak perlu ditindaklanjuti.

3. Komunikasikan dan Selesaikan Masalah

Koordinator BIM akan mengelompokkan tabrakan berdasarkan tingkat keparahan, disiplin, atau lokasi. Jika perlu, mereka akan membuat issue di Solibri Office dan menetapkan siapa yang bertanggung jawab. Laporan rinci juga bisa dibuat untuk dokumentasi.

Biasanya, selain komunikasi digital melalui CDE, koordinator BIM juga mengadakan rapat mingguan untuk membahas tabrakan dan masalah desain lainnya.

Desainer dan koordinator bisa melacak status masalah langsung di Solibri. Software ini juga mampu membandingkan perubahan antar versi model secara otomatis—sangat berguna dalam proses desain dan konstruksi yang cepat berubah.


Apa Manfaat Bisnis dari Deteksi Tabrakan Otomatis?

Jika deteksi tabrakan BIM bisa dilakukan dengan proses dan alat yang tepat, apa keuntungan nyata dari investasi ini?

Sebuah studi berjudul “Cost-benefit analysis of BIM-enabled design clash detection & resolution” oleh Chahrour dkk. (2020), menemukan bahwa deteksi tabrakan BIM bisa menghemat biaya proyek hingga 20% dari nilai kontrak. Misalnya, satu tabrakan kategori sedang bisa menyebabkan kerugian sebesar $1,6 juta, sementara biaya deteksi BIM hanya sekitar $5.800.

Studi lain oleh Simon Graham (Direktur Opencore) membandingkan biaya koordinasi desain manual dengan BIM otomatis, khusus untuk mengecek ukuran dan posisi lubang pada bangunan. Hasilnya? Penghematan biaya hingga 62,4% hanya dari satu tugas koordinasi tersebut.

Banyak penelitian lainnya juga sampai pada kesimpulan yang sama: deteksi tabrakan otomatis dengan BIM memiliki ROI yang sangat tinggi. Waktu tim desain lebih efisien, jumlah konflik di lapangan berkurang, dan risiko rework yang mahal dapat dicegah.


Manfaat Lebih dari Data BIM

Tonton presentasi dari Simon Graham (Opencore) tentang bagaimana mendapatkan nilai lebih dari data BIM:

“Exploring innovative BIM strategies for streamlined design and cost-effective construction”


Langkah Selanjutnya

Deteksi tabrakan adalah bagian penting dari proses konstruksi berbasis BIM. Namun ini hanya satu aspek dari analisis desain berbasis data dan manajemen konstruksi yang cerdas. Karena itu, para profesional membutuhkan solusi BIM menyeluruh, seperti yang ditawarkan oleh Solibri.

Seperti yang dikatakan Joe Magas, CEO Fusiontek, dalam webinar Solibri:

“Masalah koordinasi sering merusak semangat tim proyek; itu mengganggu dan menyulitkan. Tujuan teknologi konstruksi adalah untuk memberdayakan kita dan membuat pekerjaan menjadi menyenangkan. Kita ingin menghilangkan masalah-masalah seperti itu sebanyak mungkin.”


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!