Clash detection (deteksi benturan) memang salah satu fitur populer dari Building Information Modeling (BIM). Fitur ini membantu memeriksa apakah ada elemen bangunan yang saling bertabrakan secara fisik dalam model digital. Dengan begitu, tim proyek bisa menghindari kesalahan desain dan mengurangi pekerjaan ulang di lapangan. Namun, jika hanya fokus pada clash detection saja, banyak potensi manfaat BIM yang terlewat. Padahal, BIM bisa digunakan untuk berbagai jenis pemeriksaan lain yang bisa mendukung kesuksesan proyek—baik dari sisi desain yang inklusif, kemudahan perawatan, hingga keandalan data. Berikut tiga pemeriksaan tambahan yang bisa dilakukan dengan BIM untuk membantu proyek berjalan lebih baik: Pemeriksaan Aksesibilitas Bangunan harus bisa diakses oleh semua orang, termasuk pengguna kursi roda, alat bantu jalan, dan individu dengan kebutuhan khusus lainnya. Dalam praktiknya, mungkin desain awal sudah sesuai dengan standar aksesibilitas yang berlaku. Tapi saat banyak pihak mulai memberikan kontribusi—seperti pemasangan sistem mekanikal yang besar—bisa saja terjadi perubahan yang tidak sesuai, misalnya panjang ramp yang dipendekkan tanpa disadari. Dengan BIM, kita bisa menjalankan pemeriksaan aksesibilitas untuk mendeteksi masalah seperti ini. BIM bisa memeriksa elemen-elemen bangunan dan memberi peringatan jika ada yang tidak sesuai dengan prinsip desain inklusif. Beberapa hal yang bisa dicek secara otomatis dengan pemeriksaan ini meliputi: Radius putar kursi roda Syarat ramp (kemiringan, lebar, dan area datar) Dimensi tangga (tinggi anak tangga, kedalaman, dan pegangan) Ukuran dan jarak bebas pintu Jalur aksesibilitas Persyaratan toilet ramah disabilitas Software BIM seperti Solibri bahkan memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan aturan ini agar sesuai dengan kebutuhan penghuni bangunan. Dengan pemeriksaan ini, tim desain bisa memastikan bangunan yang dibangun benar-benar ramah dan bisa digunakan oleh semua orang. Pemeriksaan Jarak Bebas (Clearance Check) Clash detection hanya memeriksa apakah dua objek saling bertabrakan. Tapi bagaimana jika dua objek terlalu dekat sehingga menyulitkan akses manusia, walaupun secara teknis tidak “bentrok”? Inilah yang disebut masalah clearance. Contohnya, perangkat yang harus bisa diservis mungkin dipasang terlalu mepet ke dinding, sehingga teknisi tidak bisa menjangkaunya. Masalah ini jika tidak terdeteksi sejak awal, bisa menyebabkan pembongkaran dan biaya tambahan. Dengan pemeriksaan jarak bebas di BIM (juga dikenal sebagai freespace check), kita bisa mendeteksi apakah ada cukup ruang antar objek agar dapat digunakan secara aman dan nyaman. Contoh manfaatnya: Memastikan ruang servis peralatan cukup luas Menjamin lorong cukup lebar untuk evakuasi darurat Memberi ruang gerak untuk peralatan rumah sakit seperti tempat tidur pasien dan mesin medis Software seperti Solibri memungkinkan pengguna mengatur standar ruang bebas yang sesuai dengan proyek, lalu memeriksa seluruh model secara otomatis untuk mendeteksi potensi masalah. Pemeriksaan Validasi Data Dikenal juga sebagai property check, pemeriksaan ini berfungsi untuk memastikan bahwa data dalam model BIM sesuai standar yang ditentukan. Ini termasuk memeriksa: Keakuratan data Konsistensi antar elemen Kepatuhan terhadap standar proyek Seperti pepatah dunia data: “Garbage in, garbage out.” Jika data dalam model tidak akurat atau tidak lengkap, maka semua analisis—termasuk clash detection atau clearance check—jadi tidak bisa diandalkan. Masalah ini makin terasa saat perusahaan sudah mulai menerapkan BIM lebih lanjut, seperti: 4D BIM untuk penjadwalan proyek 5D BIM untuk estimasi biaya 6D BIM untuk efisiensi energi Jika datanya salah, maka semua proses turunan ini ikut terganggu. Masalah interoperabilitas antar software BIM juga bisa menimbulkan inkonsistensi. Misalnya, jika software yang digunakan kontraktor listrik berbeda dari yang digunakan oleh general contractor, data bisa tidak sinkron. Dengan data validation check, semua pihak bisa melakukan pemeriksaan data secara otomatis dan menyeluruh. Platform seperti Solibri memungkinkan pemeriksaan ini dilakukan lewat browser, tanpa perlu bolak-balik antar software yang berbeda. Ini membantu menjaga integritas data dan membuat model lebih dapat diandalkan. Meningkatkan Kesuksesan Proyek dengan BIM BIM memungkinkan tim proyek mendeteksi dan memperbaiki masalah sejak masih dalam model digital—sebelum sampai ke tahap konstruksi yang lebih mahal dan rumit. Dan bukan hanya clash detection saja. Dengan pemeriksaan aksesibilitas, tim bisa membangun bangunan yang inklusif. Dengan clearance check, ruang bisa dirancang agar aman dan mudah dirawat. Dan dengan validasi data, semua proses BIM jadi lebih akurat dan terpercaya. Jika Anda ingin menjalankan semua pemeriksaan ini secara mudah dan otomatis, gunakan Solibri. Solibri menyediakan berbagai solusi untuk pemeriksaan kualitas BIM, seperti: Solibri CheckPoint untuk pemeriksaan dasar yang cepat dan mudah Solibri Office untuk pemeriksaan mendalam dengan aturan khusus (misalnya aksesibilitas, keselamatan kebakaran, dll) Solibri juga terintegrasi dengan Autodesk Construction Cloud, BIM 360, dan platform lainnya untuk memudahkan kolaborasi dan pelacakan masalah. Tertarik mencoba Solibri? Hubungi tim kami hari ini dan temukan bagaimana pemeriksaan aksesibilitas, clearance, dan validasi data bisa membantu Anda mencapai keberhasilan proyek dengan BIM. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!