Industri konstruksi terus bergerak menuju era baru yang lebih digital, cepat, dan berbasis data. Proses desain bangunan yang dulu sangat mengandalkan dokumen manual kini semakin didukung oleh teknologi cerdas seperti Building Information Modeling (BIM) dan otomatisasi analisis desain. Di tengah perkembangan ini, dua perusahaan besar—Solibri, pemimpin global dalam solusi BIM Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC), bersama AcePLP, penyedia layanan BIM dan rekayasa digital terkemuka di Asia—resmi meluncurkan Proof of Concept (PoC) Building Design Checker di Singapura. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi industri arsitektur, engineering, dan konstruksi (AEC) di Asia Tenggara, karena menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan akurasi desain, mengurangi kesalahan, dan mempercepat proses persetujuan desain bangunan. Apa Itu Proof of Concept Building Design Checker? Building Design Checker adalah sebuah prototipe sistem yang dirancang untuk memeriksa kualitas dan kepatuhan desain bangunan secara otomatis. Sistem ini menggabungkan teknologi unggulan dari Solibri—yang sudah dikenal dunia sebagai standar emas untuk BIM checking—dengan kemampuan integrasi dan implementasi digital dari AcePLP. PoC ini bertujuan untuk membuktikan bahwa proses pengecekan desain yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat: Diotomatisasi Lebih akurat Lebih cepat Lebih konsisten Dengan teknologi ini, arsitek, engineer, dan konsultan dapat mendeteksi potensi masalah sejak tahap awal, sebelum masuk ke konstruksi, sehingga mengurangi resiko pembengkakan biaya dan waktu. Mengapa Solibri Menjadi Partner Ideal? Solibri sudah lama dikenal sebagai salah satu pemimpin global dalam teknologi BIM checking. Software mereka digunakan di berbagai negara untuk: Mendeteksi clash dan konflik desain Memeriksa kesesuaian terhadap regulasi bangunan Menilai kualitas model BIM Memastikan integritas data proyek Dengan kemampuan tersebut, Solibri menjadi pilihan tepat untuk membangun sistem pengecekan desain otomatis yang dibutuhkan dalam proyek ini. Peran AcePLP dalam Inisiatif Ini AcePLP, yang berbasis di Singapura, memiliki reputasi kuat sebagai perusahaan yang mendorong transformasi digital di industri konstruksi Asia. Dalam proyek ini, AcePLP berperan sebagai: Integrator teknologi Mitra pengembangan dan implementasi Penyedia keahlian lokal terkait standar, regulasi, dan workflow industri Dengan pengalaman panjang bekerja untuk proyek besar di Asia, AcePLP memastikan PoC ini relevan dengan kebutuhan lokal, terutama dalam konteks regulasi pembangunan di Singapura. Mengapa Peluncuran Ini Penting untuk Singapura? Singapura dikenal sebagai negara yang sangat serius dalam mengintegrasikan teknologi digital dalam sektor konstruksi, terutama melalui inisiatif seperti: Integrated Digital Delivery (IDD) BIM e-Submission Smart Nation Program Dengan meningkatnya standar dan persyaratan dalam proses desain dan pengajuan bangunan, solusi seperti Building Design Checker ini sangat dibutuhkan. Manfaat utamanya bagi industri di Singapura meliputi: 1. Pengurangan Kesalahan Desain Sistem otomatis dapat mendeteksi kesalahan kecil sekalipun—yang sering terlewat dalam pemeriksaan manual. 2. Kepatuhan Regulasi Lebih Mudah PoC dapat dikembangkan untuk menilai apakah desain sudah mengikuti aturan lokal, seperti Code of Practice atau panduan BCA. 3. Penghematan Waktu Proses pengecekan manual yang biasanya memakan waktu berhari-hari dapat dipersingkat menjadi hitungan menit. 4. Mendukung Digitalisasi Industri Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah Singapura untuk membangun ekosistem konstruksi yang lebih cerdas, cepat, dan efisien. Bagaimana Cara Kerja Building Design Checker? Secara umum, sistem ini bekerja melalui tiga langkah utama: 1. Import Model BIM Pengguna mengimpor model bangunan digital dalam format IFC atau format BIM populer lainnya. 2. Penerapan Aturan Otomatis Sistem menjalankan rule-based checking, menggunakan aturan yang dirancang berdasarkan standar industri atau regulasi tertentu. Contohnya: Jarak minimal tangga darurat Ketinggian railing Clash antara pipa dan balok Dimensi ruang sesuai standar penggunaan 3. Laporan Otomatis Setelah pemeriksaan, sistem langsung menghasilkan laporan yang berisi daftar masalah, lokasi, dan rekomendasi perbaikan. Laporan ini bisa langsung digunakan untuk diskusi tim atau perbaikan desain sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Apa yang Akan Terjadi Setelah Proof of Concept Ini? Jika PoC ini berhasil dan diaplikasikan secara penuh, industri konstruksi di Singapura dan Asia mungkin akan melihat perubahan besar dalam workflow desain bangunan. Beberapa kemungkinan pengembangan di masa depan: Integrasi penuh dengan platform BIM nasional Singapura Implementasi AI untuk analisis desain yang lebih pintar Otomatisasi penuh BIM e-Submission Standarisasi pengecekan desain di tingkat regional Kesimpulan Peluncuran Proof of Concept Building Design Checker oleh Solibri dan AcePLP di Singapura merupakan langkah strategis yang memperlihatkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam industri konstruksi. Kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan inovasi baru, tetapi juga membuka jalan menuju proses desain bangunan yang lebih cerdas, cepat, dan bebas kesalahan. Dengan memanfaatkan kekuatan BIM, otomatisasi, dan standar digital yang kuat, proyek ini berpotensi menjadi model yang dapat diadopsi oleh banyak negara lain. Satu hal yang jelas: masa depan industri konstruksi akan semakin ditopang oleh teknologi seperti ini, dan langkah Singapura hari ini akan menjadi contoh bagi kawasan Asia dan dunia. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Bulan: November 2025
Efisiensi dalam Menemukan Masalah Sejak Dini
Dalam proyek besar, menemukan masalah sejak awal adalah kunci keberhasilan. Hal ini terbukti dalam proyek Flexible Office Building (FOB) – sebuah gedung perkantoran 4 lantai dengan pusat teknis di bawah tanah yang dibangun untuk Roche Pharma AG di Grenzach-Wyhlen, Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh Itten+Brechbühl AG, sebuah perusahaan arsitektur dan perencanaan umum asal Swiss. Mereka bertanggung jawab atas koordinasi BIM (Building Information Modeling) dan juga mendefinisikan proses BIM yang digunakan dalam proyek tersebut. Saat ini, pekerjaan sudah mulai masuk ke tahap konstruksi di lapangan. Tentang Itten+Brechbühl AG Itten+Brechbühl AG adalah perusahaan arsitektur dan perencana umum yang berfokus pada bangunan kompleks dan proyek besar. Mereka memiliki lebih dari 300 karyawan, dengan 7 kantor di Swiss dan 3 di Jerman. Menurut Constanze Hopf, BIM Manager di perusahaan ini, model BIM yang mereka tangani sangat besar dan berisi banyak informasi, sehingga tidak mungkin diperiksa secara manual atau visual satu per satu. Hopf menjelaskan: “Ketika Anda berinvestasi dalam metode BIM dan pemeriksaan model, Anda bisa menemukan masalah atau kesalahan desain jauh lebih awal — bahkan sebelum sampai di lokasi konstruksi. Akhirnya, hal ini bisa menghemat banyak biaya di lapangan, dan itu keuntungan terbesar bagi klien kami.” Lebih dari Sekadar Deteksi Tabrakan Bagi Itten+Brechbühl AG, memastikan bahwa model gabungan dari berbagai disiplin ilmu (arsitektur, struktur, mekanikal, dan sebagainya) tidak memiliki tabrakan antar elemen adalah hal yang sudah menjadi rutinitas. Namun menurut Marc Pancera, Kepala Penelitian & Pengembangan BIM di perusahaan ini, Solibri (perangkat lunak pemeriksa model BIM) memiliki peran yang jauh lebih luas. “Banyak orang mengira koordinasi itu hanya berarti mendeteksi tabrakan antar elemen. Padahal, jaminan kualitas model jauh lebih dari itu.” Ia menjelaskan bahwa Solibri membantu mereka mengevaluasi kualitas desain dan perencanaan, bukan hanya mendeteksi kesalahan posisi. “Misalnya, kami memastikan informasi yang dibutuhkan sudah berada di tempat yang tepat di dalam model. Dengan Solibri, kami bisa menjamin kualitas model berada pada level yang diinginkan sebelum digunakan dalam proyek.” Contoh Nyata dari Proyek FOB Hopf menjelaskan bahwa ada banyak situasi di proyek FOB di mana Solibri sangat membantu. Misalnya: Mengetahui dengan cepat ruang mana yang sudah disetujui oleh insinyur sipil atau yang belum cocok dengan perencanaan HVAC (pemanas, ventilasi, dan pendingin udara). Mengecek ruang kosong di depan pintu atau jendela untuk memastikan bahwa pintu atau jendela bisa dibuka dengan baik. Memastikan ada ruang cukup di depan komponen HVAC agar teknisi bisa melakukan perawatan di masa depan. Hopf menambahkan, “Hal-hal kecil seperti memastikan ruang di depan peralatan HVAC mungkin terlihat sepele, tapi itu sangat penting untuk operasi dan perawatan gedung di masa depan.” Menyiapkan Data untuk Pemeliharaan Bangunan Salah satu bagian penting dalam penggunaan metode BIM di proyek FOB adalah mendefinisikan data apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam model untuk keperluan pemeliharaan gedung di masa depan. Hopf menjelaskan, “Kami membantu menentukan di bagian mana data tersebut paling cocok untuk ditempatkan di dalam model.” Klien, yaitu Roche Pharma AG, juga mendefinisikan sendiri proses manajemen fasilitas mereka. Jadi, model BIM harus disesuaikan dengan informasi yang mereka butuhkan untuk operasional jangka panjang. “Keuntungannya, semua informasi bisa disusun dan diakses di satu tempat. Misalnya, kapan pun Anda mengklik satu komponen HVAC, Anda bisa langsung melihat semua data terkait – seperti datasheet dan komentar – langsung di dalam model,” tambah Hopf. Solibri Sebagai Penjaga Kualitas Menurut Pancera, Solibri kini menjadi semacam “penjaga gerbang kualitas” di timnya. “Sekitar setahun lalu kami mulai membuat dan menyesuaikan sendiri aturan-aturan pemeriksaan (rules) di Solibri. Awalnya hanya untuk klasifikasi dasar, tapi seiring tim berkembang, kami membuat set aturan kami sendiri,” jelasnya. Kini mereka sudah melangkah lebih jauh — mulai membangun aturan cerdas (rulesets) yang bahkan bisa mereka bagikan atau tawarkan ke pihak lain. Solibri juga baru meluncurkan Developer Platform (masih versi BETA), yang memungkinkan pengembang membuat aturan pemeriksaan yang lebih detail dan kompleks. Pancera melihat ini sebagai peluang besar: “Sangat menarik bagaimana platform baru ini bisa membuat aturan lebih cerdas dan membantu mempercepat proses kerja kami. Ini membawa banyak manfaat, baik untuk tim kami maupun untuk klien.” Kesimpulan Pengalaman Itten+Brechbühl AG menunjukkan bahwa menemukan masalah sejak dini dengan BIM dan Solibri bukan hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga menghemat biaya besar di lapangan. BIM bukan sekadar alat koordinasi antar tim, melainkan cara baru untuk memastikan kualitas, konsistensi, dan transparansi data proyek. Dengan pendekatan ini, baik arsitek, insinyur, maupun klien dapat bekerja lebih cerdas — bukan lebih keras — dan memastikan hasil akhir yang lebih baik bagi semua pihak. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!