Dalam dunia desain dan konstruksi, mengatur tata letak ruangan sering kali menjadi pekerjaan yang cukup menantang. Setelah semua elemen ditempatkan dengan rapi dan sesuai konsep, terkadang muncul masalah yang tidak terduga: ukuran ruang ternyata belum memenuhi standar aksesibilitas yang diwajibkan. Mungkin hanya kurang beberapa sentimeter atau sudut kemiringan yang sedikit melenceng. Namun dalam standar aksesibilitas, perbedaan kecil seperti itu dapat membuat sebuah desain dinyatakan tidak memenuhi aturan. Karena itulah aksesibilitas tidak boleh dianggap sebagai fitur tambahan. Di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, aksesibilitas merupakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi dalam setiap proyek bangunan. Mengapa Aksesibilitas Sangat Penting? Aksesibilitas adalah kemampuan sebuah bangunan untuk digunakan oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas, pengguna kursi roda, lansia, maupun orang dengan keterbatasan mobilitas lainnya. Tujuan utama aksesibilitas adalah memastikan setiap orang dapat masuk, bergerak, dan menggunakan fasilitas bangunan dengan aman dan nyaman. Sayangnya, dalam banyak proyek konstruksi, pemeriksaan aksesibilitas masih sering dilakukan di tahap akhir desain. Padahal pendekatan ini sangat berisiko. Menurut Niknaz Aftahi, CEO dan Founder aec+tech, proyek terbaik adalah proyek yang menjadikan aksesibilitas sebagai bagian utama dari proses desain sejak awal, bukan sekadar pemeriksaan kepatuhan menjelang akhir proyek. Risiko Jika Pemeriksaan Dilakukan Terlambat Kesalahan terkait aksesibilitas yang ditemukan di akhir proyek sering kali menyebabkan pekerjaan ulang atau rework. Misalnya, sebuah toilet ternyata tidak memiliki ruang putar yang cukup untuk pengguna kursi roda. Untuk memperbaikinya, tim desain mungkin harus memindahkan dinding, mengubah tata letak pipa, bahkan menyesuaikan struktur bangunan. Masalah yang awalnya terlihat kecil dapat memengaruhi banyak disiplin pekerjaan sekaligus. Akibatnya, proyek bisa mengalami: Keterlambatan jadwal Penambahan biaya konstruksi Pemborosan material Gangguan koordinasi antar tim Risiko gagal mendapatkan izin bangunan Selain itu, proyek yang tidak memenuhi standar aksesibilitas juga dapat menghadapi masalah hukum, inspeksi yang gagal, hingga menurunkan reputasi perusahaan. Para ahli memperkirakan biaya rework pada proyek konstruksi dapat mencapai 2–20% dari nilai kontrak proyek. Semakin terlambat masalah ditemukan, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Standar Aksesibilitas yang Perlu Diketahui Di Amerika Serikat, salah satu regulasi paling penting adalah ADA (Americans with Disabilities Act). Undang-undang ini mengatur berbagai persyaratan agar bangunan dapat diakses oleh semua orang. Beberapa contoh persyaratan yang umum meliputi: Jalur sirkulasi minimum 36 inci (sekitar 91 cm) Area putar kursi roda berdiameter 60 inci (sekitar 152 cm) Kemiringan ramp maksimum 1:12 Toilet yang dapat diakses pengguna kursi roda Jalur masuk yang mudah diakses Area pelayanan dan loket yang ramah disabilitas Selain ADA, terdapat juga standar lain seperti ANSI A117.1 dan International Building Code (IBC) yang sering digunakan sebagai acuan dalam proses perizinan bangunan. Untuk proyek tertentu, regulasi tambahan juga bisa berlaku, misalnya untuk bangunan pemerintah, perumahan, atau proyek yang menggunakan dana federal. Cara Mendesain Bangunan yang Lebih Ramah Akses 1. Pastikan Jalur Sirkulasi Benar-Benar Dapat Digunakan Membuat koridor yang cukup lebar saja tidak cukup. Pengguna kursi roda juga membutuhkan ruang untuk berputar, bermanuver, dan bergerak tanpa hambatan. Saat mendesain bangunan, pastikan tersedia: Ruang bebas di depan toilet dan wastafel Area putar yang cukup Koridor yang tidak terhalang pagar, furnitur, atau bukaan pintu Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, tim desain dapat memastikan jalur yang dibuat benar-benar nyaman digunakan oleh semua orang. 2. Perhatikan Desain Pintu Pintu merupakan salah satu elemen yang paling sering menimbulkan masalah aksesibilitas. Bukan hanya lebar pintu yang penting, tetapi juga: Arah bukaan pintu Posisi gagang pintu Ruang bebas saat pintu dibuka Ketinggian jendela pada daun pintu Jika tidak diperhatikan dengan baik, pintu yang terlihat normal bisa saja sulit digunakan oleh pengguna kursi roda atau penyandang disabilitas lainnya. 3. Rancang Ramp dengan Benar Jika suatu jalur memiliki kemiringan tertentu, maka jalur tersebut dapat dikategorikan sebagai ramp dan harus memenuhi berbagai persyaratan tambahan. Ramp yang baik tidak hanya memiliki kemiringan yang sesuai, tetapi juga harus dilengkapi dengan: Area datar di bagian atas dan bawah Handrail atau pegangan tangan Pelindung tepi Lebar yang memadai Kesalahan pada desain ramp sering kali memerlukan perubahan besar pada struktur bangunan dan area sekitarnya. Peran BIM dalam Pemeriksaan Aksesibilitas Saat ini, teknologi BIM (Building Information Modeling) memungkinkan tim proyek memeriksa aksesibilitas sejak tahap desain. Melalui BIM, berbagai aspek seperti lebar koridor, ruang putar kursi roda, kemiringan ramp, hingga ukuran pintu dapat diperiksa secara otomatis sebelum konstruksi dimulai. Pendekatan ini jauh lebih efektif dibandingkan pemeriksaan manual karena mampu mendeteksi masalah lebih cepat dan lebih akurat. Software seperti Solibri menyediakan fitur pemeriksaan berbasis aturan (rule-based checking) yang dapat memvalidasi model BIM terhadap standar aksesibilitas yang berlaku. Dengan cara ini, tim proyek dapat mengurangi risiko kesalahan, menghemat biaya, dan meningkatkan kualitas desain secara keseluruhan. Kesimpulan Aksesibilitas bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga memastikan bangunan dapat digunakan oleh semua orang tanpa hambatan. Semakin awal persyaratan aksesibilitas diterapkan dalam proses desain, semakin kecil risiko terjadinya perubahan besar dan biaya tambahan di kemudian hari. Dengan memanfaatkan BIM dan alat validasi otomatis seperti Solibri, tim desain dapat memeriksa kepatuhan terhadap standar aksesibilitas secara berkelanjutan sejak awal proyek. Hasilnya adalah bangunan yang lebih aman, lebih inklusif, dan lebih berkualitas bagi seluruh penggunanya. solibri Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi solibri. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Bulan: Juni 2026
Solibri Luncurkan Platform Baru untuk Meningkatkan Kualitas dan Kepatuhan Model BIM
Solibri resmi memperkenalkan generasi terbaru platformnya yang dirancang untuk membantu perusahaan konstruksi dan desain bangunan memastikan kualitas model BIM (Building Information Modeling) menjadi lebih baik dan sesuai dengan berbagai standar yang berlaku. Bersamaan dengan peluncuran ini, Solibri juga mengumumkan bahwa beberapa produk lamanya, seperti Solibri Office, Solibri CheckPoint, Solibri Site, dan Solibri Anywhere, akan memasuki status produk legacy atau produk lama yang secara bertahap akan digantikan oleh platform baru. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan Solibri sebagai salah satu solusi terdepan untuk validasi model BIM, pemeriksaan kualitas data, dan kepatuhan terhadap standar konstruksi digital. Industri Konstruksi Semakin Digital Dalam beberapa tahun terakhir, industri konstruksi mengalami perubahan besar. Jika dahulu model BIM hanya digunakan untuk koordinasi desain antar disiplin, kini perannya jauh lebih luas. Model BIM tidak hanya menjadi representasi visual bangunan, tetapi juga menjadi sumber data penting yang digunakan untuk perencanaan, konstruksi, serah terima proyek, hingga operasional bangunan. Karena itu, perusahaan membutuhkan cara yang lebih terstruktur untuk memastikan bahwa informasi di dalam model BIM benar, lengkap, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Menurut CEO Solibri, Ville Kyytsönen, perkembangan industri yang semakin berbasis data membuat pelanggan membutuhkan solusi yang dapat menjamin kualitas model dan keandalan informasi dalam setiap proyek. Melalui platform baru ini, Solibri menyatukan berbagai solusi yang sebelumnya terpisah ke dalam satu ekosistem sehingga pengembangan fitur baru, termasuk teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengguna. Satu Platform untuk Seluruh Siklus Hidup Bangunan Platform baru Solibri dirancang untuk mendukung seluruh tahapan proyek konstruksi, mulai dari desain awal hingga operasional bangunan setelah selesai dibangun. Platform ini membantu pengguna melakukan: Pemeriksaan kualitas model BIM Validasi data dan informasi bangunan Pemeriksaan kepatuhan terhadap regulasi Pengelolaan standar model dalam organisasi Kolaborasi antar tim dan pemangku kepentingan Dengan kata lain, Solibri tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pemeriksa model, tetapi juga sebagai platform pengelolaan kualitas informasi bangunan secara menyeluruh. Empat Tingkatan Solibri Baru Untuk menyesuaikan kebutuhan berbagai jenis organisasi, Solibri menghadirkan empat paket utama: 1. Solibri Starter Paket dasar yang cocok untuk pengguna individu yang ingin melakukan pemeriksaan model BIM dan menemukan masalah sejak tahap awal. 2. Solibri Essential Ditujukan bagi tim proyek yang membutuhkan koordinasi model yang lebih baik dan proses validasi yang lebih terstruktur. 3. Solibri Advanced Menyediakan fitur pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memastikan kualitas data dan kepatuhan terhadap berbagai persyaratan proyek. 4. Solibri Premium Paket paling lengkap yang mendukung pengelolaan standar validasi dan kualitas model di tingkat organisasi maupun portofolio proyek. Dengan pilihan ini, perusahaan dapat memilih solusi yang sesuai dengan tingkat kematangan digital dan kebutuhan bisnis mereka. Menggabungkan Desktop dan Cloud Salah satu keunggulan platform baru Solibri adalah kemampuannya menggabungkan lingkungan kerja desktop dan cloud dalam satu sistem yang terintegrasi. Pengguna dapat melakukan pemeriksaan model secara detail melalui aplikasi desktop, sementara koordinasi, komunikasi, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan dapat dilakukan melalui platform berbasis web. Pendekatan ini membuat proses kolaborasi menjadi lebih mudah, terutama ketika anggota tim bekerja dari lokasi yang berbeda atau berasal dari perusahaan yang berbeda. Menurut CTO Solibri, Sami Mikkonen, kombinasi antara analisis model yang canggih dan alur kerja kolaboratif memungkinkan organisasi menerapkan standar kualitas model yang konsisten di seluruh proyek mereka. Mendukung Perjalanan Transformasi Digital Setiap organisasi biasanya memiliki tingkat kematangan BIM yang berbeda-beda. Sebagian baru memulai dengan pemeriksaan model sederhana, sementara yang lain sudah menerapkan validasi data tingkat lanjut dan pengelolaan standar organisasi. Solibri merancang platform baru ini agar dapat mendukung seluruh tahapan perkembangan tersebut, mulai dari: Identifikasi masalah dalam model Koordinasi antar disiplin Validasi informasi dan data Pemeriksaan kepatuhan regulasi Pengelolaan standar organisasi Pengawasan kualitas model pada banyak proyek sekaligus Dengan demikian, perusahaan tidak perlu berpindah platform ketika kebutuhan mereka berkembang di masa depan. Solibri Security+ untuk Lingkungan Berkeamanan Tinggi Selain platform utama, Solibri juga menghadirkan Solibri Security+. Solusi ini dirancang khusus untuk proyek-proyek yang memiliki persyaratan keamanan tinggi, seperti sektor pertahanan, pemerintahan, dan infrastruktur kritis. Sistem ini dapat dijalankan pada lingkungan yang terisolasi dari internet (air-gapped environment), sehingga data proyek tetap aman dan terkendali. Produk Lama Akan Tetap Didukung Meskipun Solibri memperkenalkan platform baru, pengguna lama tidak perlu khawatir. Produk seperti Solibri Office, Solibri CheckPoint, Solibri Site, dan Solibri Anywhere masih dapat digunakan sesuai dengan perjanjian yang berlaku saat ini. Solibri juga akan terus memberikan dukungan selama masa transisi dan membantu pelanggan menentukan waktu yang tepat untuk beralih ke platform baru. Manfaat bagi Industri Konstruksi Dengan menemukan kesalahan sejak tahap desain, Solibri membantu perusahaan mengurangi pekerjaan ulang (rework) yang sering kali memakan biaya besar. Selain itu, kualitas data yang lebih baik memungkinkan koordinasi antar tim menjadi lebih lancar, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, dan menghasilkan bangunan yang lebih berkualitas. Platform terbaru ini juga memperkuat fondasi penggunaan teknologi AI dalam industri konstruksi karena kecerdasan buatan membutuhkan data yang akurat dan dapat dipercaya untuk menghasilkan analisis yang tepat. Kesimpulan Peluncuran platform baru Solibri menunjukkan bagaimana industri konstruksi terus bergerak menuju era digital yang lebih matang. Dengan menggabungkan validasi model BIM, pengelolaan kualitas data, kepatuhan regulasi, dan kolaborasi dalam satu platform, Solibri membantu perusahaan membangun proses kerja yang lebih efisien dan terstandarisasi. Bagi organisasi yang ingin meningkatkan kualitas proyek, mengurangi risiko kesalahan, dan memanfaatkan teknologi BIM secara maksimal, platform baru Solibri menjadi langkah penting menuju masa depan konstruksi yang lebih cerdas, terhubung, dan berbasis data. solibri Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi solibri. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Granlund Luncurkan Ekstensi Solibri untuk Memastikan Kualitas Data MEP di Finlandia
Industri konstruksi saat ini semakin mengandalkan teknologi digital untuk merancang, membangun, dan mengelola bangunan. Salah satu tantangan terbesar dalam proses digitalisasi adalah memastikan bahwa data yang digunakan oleh semua pihak memiliki format yang konsisten, akurat, dan mudah dipahami. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan konsultan dan desain bangunan asal Finlandia, Granlund, meluncurkan ekstensi baru untuk Solibri yang dirancang khusus untuk memeriksa kualitas data MEP secara otomatis. Apa Itu MEP? MEP merupakan singkatan dari Mechanical, Electrical, and Plumbing, yaitu sistem mekanikal, kelistrikan, dan perpipaan yang menjadi bagian penting dalam sebuah bangunan. Contohnya meliputi sistem pendingin udara (AC), pompa, katup, instalasi listrik, pencahayaan, hingga jaringan air bersih dan air limbah. Dalam proyek konstruksi modern, ribuan bahkan puluhan ribu komponen MEP dimasukkan ke dalam model digital bangunan menggunakan format IFC (Industry Foundation Classes). Format ini memungkinkan berbagai aplikasi BIM (Building Information Modeling) saling bertukar data dengan mudah. Tantangan dalam Pengelolaan Data MEP Meskipun IFC sudah digunakan secara luas, banyak proyek masih menghadapi masalah karena standar penamaan dan pengisian data yang berbeda-beda. Sebagai contoh, sebuah pompa dapat diberi nama atau atribut yang berbeda oleh setiap perusahaan atau proyek. Ketidakkonsistenan ini menyebabkan berbagai masalah, seperti kesalahan interpretasi data, kesulitan saat proses estimasi biaya, hingga hambatan dalam pengelolaan bangunan setelah konstruksi selesai. Pemeriksaan manual terhadap ribuan objek MEP tentu membutuhkan waktu yang sangat lama dan berisiko menimbulkan kesalahan. Oleh karena itu, diperlukan solusi otomatis yang dapat memverifikasi kualitas data secara cepat dan akurat. Solusi dari Granlund dan Solibri Granlund mengembangkan ekstensi MEP baru yang berjalan di dalam software Solibri. Solibri sendiri dikenal sebagai salah satu platform terkemuka untuk pemeriksaan model BIM dan validasi data IFC. Ekstensi ini memanfaatkan teknologi rule-based model checking atau pemeriksaan model berbasis aturan. Dengan sistem ini, setiap objek MEP dalam model IFC akan diperiksa secara otomatis berdasarkan aturan dan standar yang telah ditentukan. Jika ditemukan data yang tidak sesuai, seperti properti yang hilang, nilai yang salah, atau penamaan yang tidak mengikuti standar, sistem akan langsung memberikan peringatan kepada pengguna. Menurut Markus Järvenpää, Group Manager di Granlund, data standar yang bebas kesalahan merupakan syarat utama agar model IFC dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi. Mendukung Standarisasi Nasional Finlandia Pada tahun 2023, Finlandia melalui proyek nasional RAVA3Pro berhasil menyusun standar data MEP yang dapat digunakan secara terbuka oleh seluruh industri konstruksi. Selain itu, regulasi konstruksi terbaru di Finlandia juga semakin mendorong penggunaan model IFC dan data digital yang terstandarisasi. Namun, memiliki standar saja tidak cukup. Standar tersebut harus dapat diterapkan dan diperiksa secara konsisten di lapangan. Di sinilah peran ekstensi Granlund menjadi sangat penting. Dengan adanya alat ini, standar yang sebelumnya hanya berupa dokumen panduan kini dapat diterjemahkan menjadi proses pemeriksaan otomatis yang terukur dan dapat dibuktikan kepatuhannya. Mengapa Kualitas Model Sangat Penting? Seiring meningkatnya penggunaan BIM dan digitalisasi konstruksi, model bangunan kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai gambar desain. Model digital telah menjadi sumber informasi utama yang digunakan oleh berbagai pihak selama siklus hidup bangunan. Karena itu, kualitas model harus dijaga dengan standar yang sama ketatnya seperti dokumen kontrak atau gambar kerja tradisional. Ville Kyytsönen, CEO Solibri, menjelaskan bahwa kualitas model kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan pemeriksaan otomatis berbasis standar, objek yang tidak sesuai dapat ditemukan lebih awal sehingga mengurangi risiko masalah di tahap berikutnya. Manfaat Data Terstandarisasi bagi Industri Konstruksi Ketika seluruh data MEP disusun menggunakan standar yang sama dan dapat dibaca oleh mesin, banyak manfaat yang dapat diperoleh. Pertama, kontraktor dapat langsung menggunakan model untuk menghitung biaya proyek, menyusun jadwal pekerjaan, dan mengelola proses pengadaan material. Kedua, perhitungan jejak karbon bangunan menjadi lebih akurat karena data yang digunakan sudah terstruktur dengan baik. Ketiga, data dari proyek yang telah selesai dapat digunakan sebagai referensi untuk mempercepat proses desain pada proyek berikutnya. Keempat, teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat melakukan analisis yang lebih akurat karena memperoleh data yang konsisten dan berkualitas tinggi. Menurut Markus Järvenpää, model IFC yang berisi data terstandarisasi dapat berfungsi sebagai “kerangka utama” yang kemudian dapat diperkaya oleh berbagai pihak dengan informasi tambahan sesuai kebutuhan mereka. Ketersediaan Ekstensi Ekstensi MEP dari Granlund saat ini sudah tersedia melalui menu Extensions di dalam software Solibri dengan nama “Granlund Talotekniikka”. Solusi ini ditujukan khusus untuk proyek-proyek MEP di Finlandia yang harus memenuhi persyaratan standar data nasional dan regulasi IFC terbaru. Kesimpulan Peluncuran ekstensi MEP oleh Granlund menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas data dalam industri konstruksi. Dengan pemeriksaan otomatis berbasis aturan, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap objek dalam model BIM memenuhi standar yang telah ditetapkan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas desain, tetapi juga mendukung efisiensi konstruksi, pengelolaan aset, keberlanjutan, dan pemanfaatan teknologi AI di masa depan. Bagi industri konstruksi yang semakin digital, data yang akurat dan terstandarisasi akan menjadi fondasi utama untuk menciptakan proyek yang lebih efisien dan berkualitas. solibri Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi solibri. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.