Skip to content
  • Beranda
  • Produk
    • Solibri Office
    • Solibri Site
    • Solibri Anywhere
    • Solibri Inside
  • Blog
  • Hubungi Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
    • Solibri Office
    • Solibri Site
    • Solibri Anywhere
    • Solibri Inside
  • Blog
  • Hubungi Kami

Tag: solibri

Februari 11, 2026Februari 11, 2026

Mengapa Kecepatan dan Skala Pembangunan Data Center Membuat Validasi BIM Menjadi Sangat Penting

Salah satu sektor di industri arsitektur, teknik, dan konstruksi (AEC) saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, yaitu pembangunan data center. Para ahli memperkirakan bahwa pasar konstruksi data center akan hampir dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Bahkan menurut data McKinsey, investasi global untuk pengembangan infrastruktur data center bisa mencapai hampir 7 triliun dolar per tahun. Tidak heran jika banyak perusahaan AEC ingin ikut terlibat dalam proyek-proyek ini. Namun, membangun data center tidaklah sama seperti membangun gedung biasa. Proyek ini memiliki persyaratan yang sangat khusus dan kompleks. Di sinilah BIM (Building Information Modeling) yang tervalidasi dengan baik menjadi sangat penting. Tantangan Unik dalam Membangun Data Center Membangun data center memiliki tantangan tersendiri. Berikut tiga tantangan utamanya: 1. Persyaratan Proyek yang Sangat Khusus Data center dirancang khusus sesuai kebutuhan pemilik proyek. Biasanya, pemilik memiliki daftar persyaratan yang sangat detail, seperti: Sistem pendingin (cooling) Keamanan siber Efisiensi energi Sistem pemadam kebakaran Kekuatan lantai untuk menahan beban berat Manajemen panas Sistem kelistrikan berdaya besar Keamanan fisik gedung Sekilas, data center mungkin terlihat seperti bangunan biasa. Namun di dalamnya terdapat banyak sistem canggih seperti kelistrikan, telekomunikasi, dan mekanikal yang harus terpasang dengan sangat presisi. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memasukkan semua sistem tersebut ke dalam ruang yang efisien, tanpa membuatnya terlalu sempit sehingga menyulitkan perawatan di masa depan. Harus ada cukup ruang untuk teknisi bergerak dengan aman saat melakukan perbaikan atau pembaruan sistem. 2. Kepatuhan terhadap Regulasi Lokal Selain memenuhi spesifikasi pemilik proyek, data center juga harus mematuhi peraturan lokal. Karena ukurannya besar dan membutuhkan daya listrik serta air dalam jumlah besar, proyek ini biasanya diawasi ketat oleh pemerintah setempat. Beberapa izin yang biasanya dibutuhkan antara lain: Kualitas udara Penggunaan air Tingkat kebisingan Sistem HVAC (pendingin dan ventilasi) Proteksi kebakaran Tim AEC tidak hanya harus memastikan desainnya sesuai aturan, tetapi juga harus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan semua izin yang diperlukan. 3. Faktor Keselamatan Pembangunan data center memiliki risiko keselamatan yang tinggi. Contohnya: Tegangan listrik yang sangat tinggi Pekerjaan di ketinggian saat memasang kabel tray Instalasi sistem berat dan kompleks Jika perencanaan tidak detail, kesalahan pemasangan bisa terjadi dan menyebabkan pekerjaan ulang (rework). Rework bukan hanya membuang waktu dan biaya, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Karena itu, sangat penting untuk memastikan semuanya direncanakan dengan benar sejak awal. Peran Penting Validasi BIM dalam Proyek Data Center Untungnya, ada solusi untuk mengurangi risiko tersebut, yaitu dengan menggunakan BIM yang tervalidasi dengan baik. Model BIM yang sudah divalidasi membantu tim: Merencanakan proyek secara detail sebelum pembangunan dimulai Memastikan desain sesuai regulasi Mengurangi kesalahan di lapangan Meningkatkan keselamatan kerja Berikut manfaat utamanya: 1. Memenuhi Persyaratan Proyek Sejak Awal Dengan BIM, tim dapat memodelkan seluruh proyek secara digital. Mereka bisa memastikan bahwa semua komponen: Tidak saling bertabrakan (clash detection) Memiliki jarak aman Dapat diakses untuk perawatan Contohnya: Apakah ada cukup ruang bagi alat angkat untuk bergerak? Apakah jarak antar hydrant sesuai aturan? Apakah pipa air tidak berada di atas panel listrik? Apakah teknisi bisa mengakses panel listrik dengan mudah? Dengan sistem pengecekan berbasis aturan (rule-based checking), semua persyaratan bisa diterapkan secara otomatis ke seluruh model proyek. 2. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi BIM juga bisa digunakan untuk memeriksa apakah proyek sudah sesuai dengan peraturan lokal. Misalnya: Mengecek jarak maksimal antar hydrant kebakaran Memastikan tinggi pemasangan kabel tray aman Memeriksa jarak aman antara instalasi listrik dan sistem lainnya Selain itu, model 3D memudahkan tim untuk menunjukkan kepada pihak berwenang bahwa proyek sudah sesuai aturan. Jika ada revisi yang diminta, perubahan bisa dilakukan di model, lalu dicek ulang secara otomatis. 3. Meningkatkan Keselamatan Kerja Karena potensi masalah sudah terdeteksi sejak tahap desain, risiko di lapangan menjadi jauh lebih kecil. Sebagai contoh, jika ada benturan antara saluran kabel bawah tanah dengan pondasi struktur lain, sistem BIM akan mendeteksinya sebelum pembangunan dimulai. Dengan begitu, perbaikan bisa dilakukan secara digital tanpa membahayakan pekerja. Mengurangi pekerjaan ulang berarti mengurangi risiko kecelakaan. Tiga Langkah Sederhana Menerapkan Validasi Model Agar BIM benar-benar efektif dalam proyek data center, ada tiga langkah penting: 1. Lakukan Review Model Secara Rutin Gabungkan semua model dari berbagai disiplin (arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal) menjadi satu model utama. Jalankan pengecekan otomatis secara berkala, terutama setelah ada perubahan desain. 2. Tandai dan Kelompokkan Masalah Gunakan sistem yang dapat mengelompokkan masalah berdasarkan tingkat urgensinya. Dengan begitu, tim bisa fokus menyelesaikan masalah yang paling kritis terlebih dahulu. 3. Perbaiki dan Koordinasikan Laporkan masalah kepada pihak terkait melalui sistem kolaborasi BIM. Setelah diperbaiki, jalankan pengecekan ulang untuk memastikan masalah sudah benar-benar selesai tanpa menimbulkan masalah baru. Kesimpulan Pembangunan data center adalah proyek berskala besar, cepat, dan sangat kompleks. Dengan kebutuhan daya tinggi, sistem pendingin canggih, dan standar keamanan ketat, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Karena itu, validasi BIM bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama. Dengan model yang tervalidasi: Proyek lebih cepat selesai Kesalahan berkurang Regulasi terpenuhi Risiko keselamatan menurun Koordinasi antar tim lebih efektif Di era pertumbuhan data center yang begitu cepat, penggunaan BIM yang tervalidasi membantu perusahaan AEC tetap kompetitif dan mampu menghadapi tantangan proyek modern dengan percaya diri. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
Januari 13, 2026Januari 13, 2026

BIM Clash Detection Dibongkar: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula

Dalam proyek konstruksi modern, koordinasi antar disiplin seperti arsitektur, struktur, dan MEP (mekanikal, elektrikal, dan plumbing) adalah hal yang sangat krusial. Tanpa koordinasi yang baik, benturan desain atau clash bisa terjadi dan menyebabkan keterlambatan, pembengkakan biaya, bahkan pekerjaan ulang di lapangan. Di sinilah BIM clash detection berperan penting. Artikel ini akan membahas secara sederhana bagaimana proses clash detection dilakukan dalam BIM, apa saja syaratnya, serta manfaat bisnis yang bisa diperoleh dari penerapan clash detection secara terstruktur. Sekilas Tentang Clash Detection dalam BIM Pada artikel sebelumnya, telah dibahas dasar-dasar clash detection, termasuk jenis-jenis clash (geometri, fungsional, dan logis), alasan mengapa clash detection sangat penting, serta hubungannya dengan manajemen kualitas BIM. Pada pembahasan kali ini, kita akan masuk lebih dalam ke proses pengecekan model (model checking) dan menjelaskan nilai bisnis dari clash detection dalam proyek konstruksi. Prasyarat Kolaborasi BIM yang Efektif Agar clash detection berjalan lancar, ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan sejak awal proyek. 1. BIM Execution Plan (BEP) BEP adalah dokumen panduan yang menjelaskan: Cara kerja BIM dalam proyek Peran dan tanggung jawab setiap pihak Standar dan format yang digunakan Dalam kolaborasi BIM, penggunaan format terbuka seperti IFC (Industry Foundation Classes) sangat disarankan karena dapat digunakan lintas software. 2. Peran BIM Manager atau BIM Coordinator BIM Manager atau BIM Coordinator memiliki peran kunci dalam proses clash detection. Mereka bertanggung jawab untuk: Mengelola koordinasi lintas disiplin Menjalankan proses clash detection Mengelola komunikasi antar tim desain 3. Common Data Environment (CDE) CDE adalah lingkungan data terpusat tempat semua model dan dokumen proyek disimpan dan dibagikan. Dengan CDE: Komunikasi menjadi terdokumentasi Versi file terkontrol Semua pihak bekerja dengan data terbaru 4. Software Clash Detection yang Andal Untuk melakukan clash detection secara profesional, dibutuhkan software khusus. Salah satu alat yang banyak digunakan oleh BIM Coordinator adalah Solibri Office, yang dirancang khusus untuk model checking dan clash detection berbasis BIM. Langkah-Langkah Menjalankan Clash Detection Clash detection bukan pekerjaan satu kali, tetapi proses berulang yang dilakukan sejak awal desain hingga tahap konstruksi. 1. Mengimpor dan Menggabungkan Model Setelah masing-masing tim desain (arsitektur, struktur, MEP) memeriksa model mereka secara internal, file IFC dikirim ke BIM Coordinator. Dengan Solibri Office, semua model tersebut digabungkan menjadi satu model terpadu. Ini memungkinkan pengecekan clash antar disiplin secara menyeluruh. 2. Melakukan Pengecekan Berbasis Aturan (Rule-Based Checking) Solibri memungkinkan pengguna membuat aturan clash detection sesuai kebutuhan proyek, seperti: Benturan antar elemen (misalnya pipa menabrak balok) Kebutuhan jarak bebas untuk instalasi dan perawatan Deteksi objek ganda atau versi objek yang berbeda Setelah aturan ditentukan, software akan memindai model dan mengidentifikasi clash. Clash kemudian diberi peringkat berdasarkan tingkat keparahannya. Tidak semua clash bersifat kritis—beberapa mungkin sudah direncanakan dan disepakati oleh tim desain. 3. Komunikasi dan Penyelesaian Masalah Setelah clash terdeteksi, BIM Coordinator: Mengelompokkan clash berdasarkan disiplin, lokasi, atau tingkat keparahan Membuat isu (issue) di dalam Solibri Menugaskan isu tersebut ke pihak yang bertanggung jawab Biasanya, koordinasi dilakukan melalui: Laporan clash tertulis Sistem CDE Rapat koordinasi mingguan untuk membahas masalah desain Solibri juga memungkinkan pelacakan status isu dan membandingkan perubahan antar versi model secara otomatis, yang sangat penting dalam proyek dengan perubahan cepat. Apa Manfaat Bisnis dari Clash Detection Otomatis? Pertanyaan pentingnya: apakah investasi pada BIM clash detection sepadan? Berbagai studi menunjukkan jawabannya adalah ya. Sebuah penelitian oleh Chahrour dkk. (2020) menunjukkan bahwa clash detection berbasis BIM dapat menghasilkan penghematan hingga 20% dari nilai kontrak proyek. Sebagai contoh: Biaya akibat satu clash kategori menengah: USD 1,6 juta Biaya deteksi clash menggunakan BIM: hanya USD 5.800 Studi lain oleh Simon Graham dari Opencore membandingkan koordinasi manual dengan clash detection otomatis. Hasilnya: Pengurangan biaya hingga 62,4% hanya untuk satu jenis pekerjaan koordinasi desain Manfaat utama clash detection otomatis meliputi: Menghemat waktu tim desain Memberi waktu lebih untuk menyelesaikan masalah desain Mengurangi konflik di lapangan Menghindari pekerjaan ulang yang mahal Kesimpulan: Jalan ke Depan dengan BIM Clash Detection Clash detection adalah bagian penting dari proses konstruksi berbasis BIM, tetapi bukan satu-satunya. Ia merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam analisis desain berbasis data dan manajemen konstruksi modern. Dengan alat seperti Solibri, profesional konstruksi dapat: Meningkatkan kualitas desain Mengurangi risiko proyek Menciptakan proses kerja yang lebih efisien dan menyenangkan Seperti yang disampaikan Joe Magas, CEO Fusiontek: “Masalah koordinasi menghilangkan kebahagiaan dalam proyek. Tujuan teknologi konstruksi adalah menghilangkan gangguan itu sebanyak mungkin.” Dengan BIM clash detection yang tepat, proyek tidak hanya lebih efisien, tetapi juga lebih manusiawi bagi semua yang terlibat. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
Desember 31, 2025Desember 31, 2025

Solibri Membuka Peluang Baru untuk Keberlanjutan Melalui Kemitraan dengan One Click LCA

Solibri dengan bangga mengumumkan integrasi kemitraan baru dengan One Click LCA di dalam Solibri Office. Melalui kolaborasi ini, pengguna dapat mengubah cara mereka melakukan Life Cycle Assessment (LCA) atau penilaian siklus hidup bangunan secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Dengan menggunakan ekstensi One Click LCA, pengguna Solibri dapat mentransfer data secara otomatis dan menghitung kuantitas komponen bangunan tanpa proses manual yang rumit. Hal ini membantu menghemat waktu kerja sekaligus meningkatkan akurasi laporan keberlanjutan. Apa Manfaat Integrasi Solibri dan One Click LCA? Integrasi ini memungkinkan pengguna untuk: Menghubungkan data BIM langsung ke proses LCA Mengotomatiskan perhitungan jumlah material Mengurangi kesalahan input data manual Membuat laporan keberlanjutan yang lebih akurat dan konsisten Dengan alur kerja yang lebih sederhana, tim proyek dapat fokus pada pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada lingkungan. Apa Itu One Click LCA? Dengan memiliki lisensi One Click LCA, pengguna dapat melakukan Life Cycle Assessment secara mendalam. Penilaian ini mencakup analisis dampak lingkungan dari: Desain bangunan Proyek infrastruktur Material konstruksi One Click LCA membantu mengevaluasi berbagai indikator lingkungan, seperti: Jejak karbon (carbon footprint) Konsumsi energi Dampak lingkungan lainnya sepanjang siklus hidup bangunan Dengan informasi ini, pengguna dapat memahami seberapa ramah lingkungan sebuah proyek sejak tahap perencanaan. Pentingnya Keberlanjutan Sejak Tahap Perencanaan Paul Linder, Product Manager Strategy di Solibri, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk berkontribusi langsung terhadap pengurangan dampak lingkungan proyek. Ia menyatakan bahwa industri konstruksi bertanggung jawab atas sebagian besar emisi CO₂ global. Oleh karena itu, aspek keberlanjutan harus dipertimbangkan sejak awal proses perencanaan, bukan setelah bangunan selesai dibangun. Menurutnya, pemilihan material memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan seberapa berkelanjutan sebuah bangunan. Dengan alat yang tepat, keputusan desain dapat dibuat berdasarkan data, bukan sekadar asumsi. Dukungan dari One Click LCA Panu Pasanen, Founder & CEO One Click LCA, juga menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah besar dalam menyederhanakan alur kerja LCA. Ia menegaskan bahwa dengan integrasi langsung ke Solibri, pengguna dapat: Melakukan penilaian keberlanjutan secara komprehensif Membuat keputusan berbasis data Mengurangi dampak lingkungan bangunan dan infrastruktur Integrasi ini membantu mendorong upaya dekarbonisasi proyek konstruksi secara lebih efektif. Status Integrasi Saat Ini Saat ini, integrasi One Click LCA masih berada dalam tahap pre-release. Artinya, fitur ini masih dalam tahap pengujian awal dan tersedia bagi pengguna yang telah berlangganan untuk mencoba dan memberikan masukan. Solibri menyediakan artikel panduan resmi yang menjelaskan cara mengunduh dan mengintegrasikan One Click LCA ke dalam Solibri Office. Tentang One Click LCA One Click LCA adalah perusahaan perangkat lunak yang berfokus pada analisis dampak lingkungan dan Life Cycle Assessment untuk industri konstruksi dan manufaktur. Produk utama mereka adalah platform berbasis cloud yang membantu perusahaan: Menghitung dampak lingkungan proyek Mengelola data keberlanjutan Mengevaluasi material dan desain bangunan Dengan One Click LCA, perusahaan dapat mengambil langkah nyata menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan. Tentang Solibri Solibri adalah pemimpin global dalam Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) untuk BIM. Solibri menyediakan berbagai alat siap pakai untuk: Validasi model BIM Pemeriksaan kepatuhan standar Koordinasi desain Review dan analisis desain Pemeriksaan regulasi dan kode bangunan Solibri bertujuan meningkatkan kualitas desain berbasis BIM serta membuat proses desain dan konstruksi menjadi lebih produktif dan efisien dari segi biaya. Pelanggan Solibri mencakup pemilik gedung besar, perusahaan konstruksi, arsitek, dan firma teknik di lebih dari 70 negara. Solibri merupakan bagian dari Nemetschek Group. Tentang Nemetschek Group Nemetschek Group adalah pelopor transformasi digital di industri AEC (Architecture, Engineering, Construction). Dengan solusi perangkat lunak cerdas, Nemetschek mencakup seluruh siklus hidup proyek bangunan dan infrastruktur. Perusahaan ini berfokus pada penggunaan standar terbuka (Open BIM) dan menyediakan solusi untuk visualisasi, pemodelan 3D, serta animasi. Produk dari 15 merek Nemetschek digunakan oleh sekitar enam juta pengguna di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1963, Nemetschek Group kini mempekerjakan lebih dari 3.000 profesional dan terdaftar secara publik di bursa saham Jerman. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi sophos.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
November 27, 2025November 27, 2025

Solibri dan AcePLP Luncurkan Proof of Concept Building Design Checker di Singapura: Langkah Baru untuk Masa Depan Desain Bangunan

Industri konstruksi terus bergerak menuju era baru yang lebih digital, cepat, dan berbasis data. Proses desain bangunan yang dulu sangat mengandalkan dokumen manual kini semakin didukung oleh teknologi cerdas seperti Building Information Modeling (BIM) dan otomatisasi analisis desain. Di tengah perkembangan ini, dua perusahaan besar—Solibri, pemimpin global dalam solusi BIM Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC), bersama AcePLP, penyedia layanan BIM dan rekayasa digital terkemuka di Asia—resmi meluncurkan Proof of Concept (PoC) Building Design Checker di Singapura. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi industri arsitektur, engineering, dan konstruksi (AEC) di Asia Tenggara, karena menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan akurasi desain, mengurangi kesalahan, dan mempercepat proses persetujuan desain bangunan. Apa Itu Proof of Concept Building Design Checker? Building Design Checker adalah sebuah prototipe sistem yang dirancang untuk memeriksa kualitas dan kepatuhan desain bangunan secara otomatis. Sistem ini menggabungkan teknologi unggulan dari Solibri—yang sudah dikenal dunia sebagai standar emas untuk BIM checking—dengan kemampuan integrasi dan implementasi digital dari AcePLP. PoC ini bertujuan untuk membuktikan bahwa proses pengecekan desain yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat: Diotomatisasi Lebih akurat Lebih cepat Lebih konsisten Dengan teknologi ini, arsitek, engineer, dan konsultan dapat mendeteksi potensi masalah sejak tahap awal, sebelum masuk ke konstruksi, sehingga mengurangi resiko pembengkakan biaya dan waktu. Mengapa Solibri Menjadi Partner Ideal? Solibri sudah lama dikenal sebagai salah satu pemimpin global dalam teknologi BIM checking. Software mereka digunakan di berbagai negara untuk: Mendeteksi clash dan konflik desain Memeriksa kesesuaian terhadap regulasi bangunan Menilai kualitas model BIM Memastikan integritas data proyek Dengan kemampuan tersebut, Solibri menjadi pilihan tepat untuk membangun sistem pengecekan desain otomatis yang dibutuhkan dalam proyek ini. Peran AcePLP dalam Inisiatif Ini AcePLP, yang berbasis di Singapura, memiliki reputasi kuat sebagai perusahaan yang mendorong transformasi digital di industri konstruksi Asia. Dalam proyek ini, AcePLP berperan sebagai: Integrator teknologi Mitra pengembangan dan implementasi Penyedia keahlian lokal terkait standar, regulasi, dan workflow industri Dengan pengalaman panjang bekerja untuk proyek besar di Asia, AcePLP memastikan PoC ini relevan dengan kebutuhan lokal, terutama dalam konteks regulasi pembangunan di Singapura. Mengapa Peluncuran Ini Penting untuk Singapura? Singapura dikenal sebagai negara yang sangat serius dalam mengintegrasikan teknologi digital dalam sektor konstruksi, terutama melalui inisiatif seperti: Integrated Digital Delivery (IDD) BIM e-Submission Smart Nation Program Dengan meningkatnya standar dan persyaratan dalam proses desain dan pengajuan bangunan, solusi seperti Building Design Checker ini sangat dibutuhkan. Manfaat utamanya bagi industri di Singapura meliputi: 1. Pengurangan Kesalahan Desain Sistem otomatis dapat mendeteksi kesalahan kecil sekalipun—yang sering terlewat dalam pemeriksaan manual. 2. Kepatuhan Regulasi Lebih Mudah PoC dapat dikembangkan untuk menilai apakah desain sudah mengikuti aturan lokal, seperti Code of Practice atau panduan BCA. 3. Penghematan Waktu Proses pengecekan manual yang biasanya memakan waktu berhari-hari dapat dipersingkat menjadi hitungan menit. 4. Mendukung Digitalisasi Industri Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah Singapura untuk membangun ekosistem konstruksi yang lebih cerdas, cepat, dan efisien. Bagaimana Cara Kerja Building Design Checker? Secara umum, sistem ini bekerja melalui tiga langkah utama: 1. Import Model BIM Pengguna mengimpor model bangunan digital dalam format IFC atau format BIM populer lainnya. 2. Penerapan Aturan Otomatis Sistem menjalankan rule-based checking, menggunakan aturan yang dirancang berdasarkan standar industri atau regulasi tertentu. Contohnya: Jarak minimal tangga darurat Ketinggian railing Clash antara pipa dan balok Dimensi ruang sesuai standar penggunaan 3. Laporan Otomatis Setelah pemeriksaan, sistem langsung menghasilkan laporan yang berisi daftar masalah, lokasi, dan rekomendasi perbaikan. Laporan ini bisa langsung digunakan untuk diskusi tim atau perbaikan desain sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Apa yang Akan Terjadi Setelah Proof of Concept Ini? Jika PoC ini berhasil dan diaplikasikan secara penuh, industri konstruksi di Singapura dan Asia mungkin akan melihat perubahan besar dalam workflow desain bangunan. Beberapa kemungkinan pengembangan di masa depan: Integrasi penuh dengan platform BIM nasional Singapura Implementasi AI untuk analisis desain yang lebih pintar Otomatisasi penuh BIM e-Submission Standarisasi pengecekan desain di tingkat regional Kesimpulan Peluncuran Proof of Concept Building Design Checker oleh Solibri dan AcePLP di Singapura merupakan langkah strategis yang memperlihatkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam industri konstruksi. Kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan inovasi baru, tetapi juga membuka jalan menuju proses desain bangunan yang lebih cerdas, cepat, dan bebas kesalahan. Dengan memanfaatkan kekuatan BIM, otomatisasi, dan standar digital yang kuat, proyek ini berpotensi menjadi model yang dapat diadopsi oleh banyak negara lain. Satu hal yang jelas: masa depan industri konstruksi akan semakin ditopang oleh teknologi seperti ini, dan langkah Singapura hari ini akan menjadi contoh bagi kawasan Asia dan dunia. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
November 4, 2025November 4, 2025

Efisiensi dalam Menemukan Masalah Sejak Dini

Dalam proyek besar, menemukan masalah sejak awal adalah kunci keberhasilan. Hal ini terbukti dalam proyek Flexible Office Building (FOB) – sebuah gedung perkantoran 4 lantai dengan pusat teknis di bawah tanah yang dibangun untuk Roche Pharma AG di Grenzach-Wyhlen, Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh Itten+Brechbühl AG, sebuah perusahaan arsitektur dan perencanaan umum asal Swiss. Mereka bertanggung jawab atas koordinasi BIM (Building Information Modeling) dan juga mendefinisikan proses BIM yang digunakan dalam proyek tersebut. Saat ini, pekerjaan sudah mulai masuk ke tahap konstruksi di lapangan. Tentang Itten+Brechbühl AG Itten+Brechbühl AG adalah perusahaan arsitektur dan perencana umum yang berfokus pada bangunan kompleks dan proyek besar. Mereka memiliki lebih dari 300 karyawan, dengan 7 kantor di Swiss dan 3 di Jerman. Menurut Constanze Hopf, BIM Manager di perusahaan ini, model BIM yang mereka tangani sangat besar dan berisi banyak informasi, sehingga tidak mungkin diperiksa secara manual atau visual satu per satu. Hopf menjelaskan: “Ketika Anda berinvestasi dalam metode BIM dan pemeriksaan model, Anda bisa menemukan masalah atau kesalahan desain jauh lebih awal — bahkan sebelum sampai di lokasi konstruksi. Akhirnya, hal ini bisa menghemat banyak biaya di lapangan, dan itu keuntungan terbesar bagi klien kami.” Lebih dari Sekadar Deteksi Tabrakan Bagi Itten+Brechbühl AG, memastikan bahwa model gabungan dari berbagai disiplin ilmu (arsitektur, struktur, mekanikal, dan sebagainya) tidak memiliki tabrakan antar elemen adalah hal yang sudah menjadi rutinitas. Namun menurut Marc Pancera, Kepala Penelitian & Pengembangan BIM di perusahaan ini, Solibri (perangkat lunak pemeriksa model BIM) memiliki peran yang jauh lebih luas. “Banyak orang mengira koordinasi itu hanya berarti mendeteksi tabrakan antar elemen. Padahal, jaminan kualitas model jauh lebih dari itu.” Ia menjelaskan bahwa Solibri membantu mereka mengevaluasi kualitas desain dan perencanaan, bukan hanya mendeteksi kesalahan posisi. “Misalnya, kami memastikan informasi yang dibutuhkan sudah berada di tempat yang tepat di dalam model. Dengan Solibri, kami bisa menjamin kualitas model berada pada level yang diinginkan sebelum digunakan dalam proyek.” Contoh Nyata dari Proyek FOB Hopf menjelaskan bahwa ada banyak situasi di proyek FOB di mana Solibri sangat membantu. Misalnya: Mengetahui dengan cepat ruang mana yang sudah disetujui oleh insinyur sipil atau yang belum cocok dengan perencanaan HVAC (pemanas, ventilasi, dan pendingin udara). Mengecek ruang kosong di depan pintu atau jendela untuk memastikan bahwa pintu atau jendela bisa dibuka dengan baik. Memastikan ada ruang cukup di depan komponen HVAC agar teknisi bisa melakukan perawatan di masa depan. Hopf menambahkan, “Hal-hal kecil seperti memastikan ruang di depan peralatan HVAC mungkin terlihat sepele, tapi itu sangat penting untuk operasi dan perawatan gedung di masa depan.” Menyiapkan Data untuk Pemeliharaan Bangunan Salah satu bagian penting dalam penggunaan metode BIM di proyek FOB adalah mendefinisikan data apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam model untuk keperluan pemeliharaan gedung di masa depan. Hopf menjelaskan, “Kami membantu menentukan di bagian mana data tersebut paling cocok untuk ditempatkan di dalam model.” Klien, yaitu Roche Pharma AG, juga mendefinisikan sendiri proses manajemen fasilitas mereka. Jadi, model BIM harus disesuaikan dengan informasi yang mereka butuhkan untuk operasional jangka panjang. “Keuntungannya, semua informasi bisa disusun dan diakses di satu tempat. Misalnya, kapan pun Anda mengklik satu komponen HVAC, Anda bisa langsung melihat semua data terkait – seperti datasheet dan komentar – langsung di dalam model,” tambah Hopf. Solibri Sebagai Penjaga Kualitas Menurut Pancera, Solibri kini menjadi semacam “penjaga gerbang kualitas” di timnya. “Sekitar setahun lalu kami mulai membuat dan menyesuaikan sendiri aturan-aturan pemeriksaan (rules) di Solibri. Awalnya hanya untuk klasifikasi dasar, tapi seiring tim berkembang, kami membuat set aturan kami sendiri,” jelasnya. Kini mereka sudah melangkah lebih jauh — mulai membangun aturan cerdas (rulesets) yang bahkan bisa mereka bagikan atau tawarkan ke pihak lain. Solibri juga baru meluncurkan Developer Platform (masih versi BETA), yang memungkinkan pengembang membuat aturan pemeriksaan yang lebih detail dan kompleks. Pancera melihat ini sebagai peluang besar: “Sangat menarik bagaimana platform baru ini bisa membuat aturan lebih cerdas dan membantu mempercepat proses kerja kami. Ini membawa banyak manfaat, baik untuk tim kami maupun untuk klien.” Kesimpulan Pengalaman Itten+Brechbühl AG menunjukkan bahwa menemukan masalah sejak dini dengan BIM dan Solibri bukan hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga menghemat biaya besar di lapangan. BIM bukan sekadar alat koordinasi antar tim, melainkan cara baru untuk memastikan kualitas, konsistensi, dan transparansi data proyek. Dengan pendekatan ini, baik arsitek, insinyur, maupun klien dapat bekerja lebih cerdas — bukan lebih keras — dan memastikan hasil akhir yang lebih baik bagi semua pihak. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
Oktober 17, 2025Oktober 17, 2025

MALD: Bagaimana Model sebagai Dokumen Hukum Mengubah Masa Depan Proyek Digital di Sektor Transportasi

Seiring berkembangnya penggunaan Building Information Modeling (BIM) dalam dunia konstruksi, semakin banyak profesional beralih ke perencanaan berbasis model 3D. Tidak hanya digunakan di sektor swasta, kini lembaga pemerintah negara bagian dan federal di Amerika Serikat juga mulai menerapkan BIM untuk mempercepat digital delivery (pengiriman proyek digital) dan meningkatkan hasil proyek secara konsisten. Salah satu perkembangan terbaru yang menarik perhatian adalah konsep MALD (Model as a Legal Document) — yaitu penggunaan model 3D sebagai dokumen kontrak resmi yang sah secara hukum dalam proyek infrastruktur, termasuk transportasi. Dari Tambahan ke Dokumen Resmi Selama bertahun-tahun, model 3D hanya dianggap sebagai pelengkap dokumen 2D dalam proyek transportasi. Namun kini, banyak Departemen Transportasi (DOT) di berbagai negara bagian mulai menguji proyek dengan pendekatan MALD, di mana model 3D dijadikan dokumen hukum utama. Contohnya: Utah DOT (UDOT) sudah menyetujui proyek penuh berbasis MALD di bawah program digital delivery mereka. Pennsylvania DOT (PennDOT) mulai menjalankan proyek uji coba MALD sejak tahun 2023. Texas DOT (TxDOT) juga menjalankan program serupa dan secara resmi menyatakan sedang beralih dari pengiriman proyek tradisional ke digital delivery dengan model sebagai dokumen hukum. Bahkan, organisasi AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) telah menerbitkan panduan untuk membantu lembaga transportasi menilai kesiapan mereka sebelum mengadopsi MALD. Artinya, baik lembaga negara bagian maupun federal kini semakin serius menuju masa depan di mana model 3D bukan lagi pelengkap, melainkan dokumen kontrak utama dalam proyek transportasi digital. Mengapa MALD Membutuhkan Akurasi Tinggi Agar model 3D dapat dianggap sah secara hukum, semua pihak — dari perancang hingga kontraktor — harus mempercayai bahwa model tersebut sama akuratnya dengan gambar 2D tradisional. Beberapa hal penting yang dibutuhkan agar MALD bisa diterapkan dengan baik: Akurasi Model Model harus dibuat dengan tingkat ketelitian yang sama seperti dokumen kontrak 2D. Banyak perusahaan sudah memiliki proses QA/QC (Quality Assurance/Quality Control) untuk gambar 2D, tetapi belum tentu untuk 3D. Dengan bantuan software BIM, pemeriksaan model bisa lebih mudah karena sistem dapat secara otomatis mendeteksi kesalahan atau benturan antar elemen (clash detection). Model Terintegrasi (Federated Model) Model yang digunakan harus menggabungkan semua elemen dari berbagai pihak — seperti arsitek, kontraktor, dan subkontraktor — menjadi satu model terpadu. Dengan begitu, semua pihak bisa bekerja dari satu sumber data yang sama, mengurangi risiko kesalahan dan duplikasi pekerjaan. Pemeriksaan Model (Model Checking) Software seperti Solibri digunakan untuk memeriksa apakah model sudah sesuai dengan standar ISO atau peraturan industri lainnya. Program ini bisa memeriksa kesesuaian geospasial, struktur data, serta mendeteksi area yang saling bertabrakan atau melanggar ruang akses. Dengan proses pemeriksaan yang kuat, model bisa dianggap cukup akurat untuk dijadikan dokumen hukum yang dapat diandalkan. Pentingnya Standarisasi Untuk memastikan semua pihak dapat memahami dan menggunakan model dengan benar, standarisasi data menjadi faktor penting. Banyak lembaga mulai mengadopsi openBIM standards, seperti Industry Foundation Classes (IFC), yang memungkinkan semua pihak menggunakan model di berbagai software tanpa terikat pada satu platform tertentu. Selain itu, penerapan aturan semantik (semantic rules) dalam model juga membantu memastikan konsistensi data — seperti penamaan elemen, struktur file, dan metadata. Dengan begitu, model tidak hanya menampilkan bentuk bangunan, tetapi juga menyimpan informasi penting yang bisa digunakan untuk analisis, perhitungan volume, hingga pemeliharaan aset. Bahkan, dengan kemajuan teknologi konstruksi, data dari model 3D kini bisa langsung digunakan oleh mesin otomatis seperti motor grader atau asphalt paver untuk bekerja dengan akurasi tinggi di lapangan. Penerimaan Model Sebagai Dokumen Hukum Agar MALD bisa diterapkan sepenuhnya, semua pihak harus sepakat bahwa model 3D adalah dokumen kontrak yang sah. Dalam kontrak proyek, biasanya akan ditulis secara jelas bahwa jika terjadi perbedaan antara model dan gambar 2D, model 3D memiliki prioritas hukum. Untuk itu, model harus mencapai Level of Development (LOD) yang sesuai pada setiap tahap proyek — dari desain awal hingga kondisi akhir (as-built). Model as-built ini nantinya sangat berguna untuk: Pemeliharaan jalan atau jembatan. Pemeriksaan infrastruktur. Manajemen aset publik jangka panjang. Dengan bantuan teknologi photogrammetry, model 3D bahkan bisa berfungsi sebagai digital twin dari infrastruktur nyata, membantu tim memantau kondisi aset secara real-time dan melakukan perbaikan dengan lebih efisien. Kesimpulan Konsep Model as a Legal Document (MALD) sedang membentuk masa depan baru bagi proyek transportasi digital. Dengan menjadikan model 3D sebagai dokumen hukum utama, lembaga pemerintah dapat mempercepat proses konstruksi, meningkatkan transparansi, dan mengurangi kesalahan. Namun, keberhasilan MALD sangat bergantung pada tiga hal: Akurasi model yang terjamin. Standarisasi data yang kuat. Penerimaan hukum oleh semua pihak. Software seperti Solibri berperan penting dalam memeriksa kualitas dan integritas model, memastikan bahwa model benar-benar layak menjadi dasar kontrak hukum. Dengan langkah-langkah ini, masa depan proyek infrastruktur — dari jalan raya hingga jembatan — akan semakin digital, efisien, dan terintegrasi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
Oktober 6, 2025Oktober 6, 2025

Solibri Benelux Bekerja Sama dengan Het Digitaal Bouwteam untuk Memperkuat Praktik Konstruksi Digital di Belgia

Solibri resmi menjalin kerja sama dengan Het Digitaal Bouwteam (Tim Konstruksi Digital), bagian dari Platform Media B2Build, untuk mendorong inovasi dan memperkuat kolaborasi digital di industri konstruksi Belgia. Melalui kemitraan ini, kedua pihak ingin menjembatani kesenjangan antara tahap desain, pelaksanaan, dan operasional dalam proyek berbasis BIM (Building Information Modeling). Dengan menghadirkan konten yang praktis, acara bersama, dan kesempatan berjejaring, pengetahuan seputar konstruksi digital akan semakin mudah diakses oleh para arsitek, insinyur, kontraktor, dan pemilik proyek di Belgia. Kolaborasi ini juga akan memperkuat hubungan antara solusi-solusi Solibri dan aktivitas kerja sehari-hari para profesional konstruksi yang menggunakan BIM, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung di lapangan. Fokus Kerja Sama: Mendorong Inovasi dan Kolaborasi Nyata Dalam periode 2025 hingga 2026, Solibri Benelux akan berpartisipasi dalam dua acara besar yang diselenggarakan oleh Het Digitaal Bouwteam. Isi dan tema acara-acara ini akan dikembangkan bersama mitra lainnya, agar selalu relevan dengan isu-isu terkini di industri konstruksi dan tantangan nyata yang dihadapi di lapangan. Melalui kolaborasi ini, Solibri mendapatkan peluang untuk: Berinteraksi langsung dengan para pengambil keputusan dan praktisi utama di industri konstruksi Belgia. Berbagi pengetahuan tentang kolaborasi digital, penerapan BIM, dan jaminan kualitas model bangunan. Membuat pemeriksaan model (model checking) menjadi lebih nyata dan mudah dipahami melalui konten edukatif, contoh proyek nyata, dan diskusi langsung. Tujuan dan Manfaat Bagi Industri Konstruksi Belgia Menurut Vic Bensdorp, Sales Manager di Solibri, kerja sama ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan langkah strategis untuk lebih dekat dengan pasar Belgia. “Kemitraan ini mendukung ambisi kami untuk lebih memahami kebutuhan pasar Belgia. Kami ingin berbagi pengetahuan, mendengarkan tantangan dari para profesional di lapangan, dan bekerja sama menciptakan proses konstruksi yang lebih baik dengan solusi yang mudah digunakan dan benar-benar bermanfaat bagi tim proyek,” kata Vic. Dengan adanya kolaborasi ini, Solibri berharap dapat membantu perusahaan konstruksi di Belgia mempercepat transformasi digital mereka. Pendekatan berbasis BIM dan pemeriksaan kualitas model dapat membantu mengurangi kesalahan mahal di proyek, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat komunikasi antar pihak yang terlibat dalam pembangunan. Tentang Het Digitaal Bouwteam Het Digitaal Bouwteam (Tim Konstruksi Digital) adalah inisiatif yang berfokus untuk memberikan inspirasi dan solusi praktis dalam merancang, merakit, membongkar, dan mengelola bangunan menggunakan BIM. Saat ini, sektor konstruksi semakin bergeser menuju cara kerja kolaboratif di mana berbagai disiplin (arsitektur, teknik, konstruksi, hingga pengelolaan gedung) bekerja bersama menggunakan teknologi digital. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan siklus hidup bangunan yang lebih sirkular — mulai dari pembangunan hingga perawatan dan pembongkaran. Het Digitaal Bouwteam merupakan bagian dari B2Build Media Platform, yang menargetkan berbagai pemangku kepentingan dalam industri konstruksi. Melalui enam platform co-branding tematik, B2Build berfokus pada: Berbagi pengetahuan secara terstruktur, Membangun jaringan kerja profesional, dan Mendukung perusahaan yang aktif berkontribusi terhadap konstruksi yang bertanggung jawab secara sosial. Tujuannya adalah menciptakan masa depan industri konstruksi yang berkelanjutan, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta pengguna akhir bangunan. Tentang Solibri Solibri, bagian dari Nemetschek Group, adalah pemimpin global dalam bidang pemeriksaan model (model checking) dan jaminan kualitas digital (digital quality assurance) untuk industri konstruksi. Solusi Solibri mencakup berbagai fitur canggih seperti: Pemeriksaan model berbasis aturan (rule-based model checking), Koordinasi dan kolaborasi antar disiplin, Pemeriksaan kepatuhan terhadap standar dan peraturan bangunan, serta Deteksi kesalahan desain sebelum pembangunan dimulai. Dengan kemampuan ini, para profesional desain dan konstruksi dapat mencegah kesalahan mahal, memastikan kepatuhan terhadap standar bangunan, serta memperlancar komunikasi di seluruh tahapan proyek—mulai dari desain awal hingga operasional bangunan. Berdasarkan prinsip openBIM dan interoperabilitas, Solibri memungkinkan arsitek, insinyur, kontraktor, dan pemilik proyek membuat keputusan lebih cerdas dengan data model yang akurat dan real-time. Saat ini, Solibri telah aktif di lebih dari 100 negara, melayani berbagai proyek besar di bidang konstruksi dan infrastruktur, serta bekerja sama dengan beberapa pengembang properti terbesar di dunia. Dengan meningkatkan standar kualitas dalam implementasi BIM, Solibri berperan penting dalam membentuk masa depan konstruksi digital yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan. Tentang Nemetschek Group Nemetschek Group adalah penyedia perangkat lunak global yang berfokus pada transformasi digital di industri AEC/O (Architecture, Engineering, Construction, and Operations) serta media dan hiburan. Dengan lebih dari 7 juta pengguna di seluruh dunia, Nemetschek membantu pelanggan merencanakan, membangun, dan mengelola gedung secara lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui pendekatan open standards dan teknologi mutakhir seperti AI serta digital twin, grup ini terus mendorong evolusi menuju dunia konstruksi yang lebih terhubung dan berorientasi masa depan. Kesimpulan Kolaborasi antara Solibri Benelux dan Het Digitaal Bouwteam merupakan langkah penting dalam mempercepat transformasi digital di sektor konstruksi Belgia. Dengan menggabungkan keahlian Solibri dalam jaminan kualitas model dan pendekatan praktis Het Digitaal Bouwteam terhadap BIM, industri konstruksi Belgia dapat bergerak menuju era baru yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
September 8, 2025September 8, 2025

Perusahaan Teknologi Global Solibri dan Mitra Inovasi AcePLP Luncurkan Proof of Concept Sistem Pemeriksaan Desain Bangunan di Singapura

Pemeriksaan kepatuhan aksesibilitas otomatis menandai fase berikutnya dari transformasi Building Information Modelling (BIM) nasional. Singapura – 13 Mei 2025 – Solibri, pemimpin global dalam jaminan kualitas BIM di bawah naungan Nemetschek, bersama dengan AcePLP, konsultan BIM berbasis di Singapura sekaligus mitra inovasi, meluncurkan Proof of Concept (PoC) untuk platform Software-as-a-Service (SaaS) yang berfungsi sebagai pemeriksa otomatis kepatuhan izin bangunan. Inisiatif ini juga menandai ekspansi Nemetschek di Asia Tenggara, memperluas portofolio mereka yang sudah dikenal melalui solusi BIM seperti Graphisoft dan ArchiCAD. Platform baru ini mendukung inisiatif CORENET X, yang bertujuan menyederhanakan proses persetujuan bangunan, mengurangi bolak-balik revisi antara tim proyek dan instansi pemerintah, serta meningkatkan produktivitas sektor konstruksi di Singapura. Dalam PoC ini, Solibri menyumbangkan mesin pemeriksa berbasis aturan (rule-based checking engine) miliknya yang telah terbukti sukses di Finlandia melalui sistem perizinan digital nasional RAVA3Pro. Sementara itu, AcePLP berperan sebagai integrator sistem strategis dan mitra lokal dengan keahlian mendalam di bidang regulasi serta konstruksi digital di Singapura, memastikan platform ini sesuai dengan alur kerja CORENET X. Fokus Awal: Kepatuhan Aksesibilitas Tahap awal PoC berfokus pada penerjemahan persyaratan aksesibilitas dari Code on Accessibility Singapura ke dalam aturan berbasis mesin di lingkungan pemeriksaan cloud milik Solibri. Dengan sistem ini, kontraktor maupun konsultan dapat mengunggah model BIM dalam format IFC-SG ke platform. Sistem kemudian akan secara otomatis menandai elemen yang tidak sesuai seperti lebar pintu yang kurang memadai atau kemiringan ramp yang salah. Otoritas terkait juga bisa mendapatkan visibilitas real-time atas masalah yang muncul melalui dashboard analitik, sementara pengembang menerima umpan balik secara instan. Hal ini jauh lebih efisien dibandingkan pemeriksaan manual tradisional yang memakan waktu lama. Selain itu, PoC ini juga menjadi alat produktivitas yang kuat bagi konsultan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada aktivitas desain bernilai tinggi daripada pekerjaan administratif repetitif. Mengapa Otomatisasi Itu Penting? Mengotomatisasi pemeriksaan kepatuhan adalah langkah logis berikutnya dalam transformasi digital sektor konstruksi. Dengan memvalidasi model terhadap regulasi sejak tahap desain, kualitas rancangan bisa lebih baik, risiko pekerjaan ulang (rework) yang mahal dapat dihindari, sekaligus memastikan standar aksesibilitas terpenuhi sejak awal pembangunan. Sinergi Teknologi CEO Solibri, Ville Kyytsönen, menyatakan: “Lingkungan SaaS kami memungkinkan solusi ini diperluas ke seluruh kawasan ASEAN setelah validasi. Pendekatan ketat Singapura mencerminkan keberhasilan Finlandia, yang mampu memangkas proses izin dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa hari melalui pemeriksaan BIM otomatis.” Sementara itu, Managing Director AcePLP, Vanessa Tang, menambahkan: “Kami telah menggabungkan pengalaman puluhan tahun dalam konstruksi digital Singapura – dari pelaksanaan proyek nyata hingga pemahaman mendalam terhadap kode praktik lokal – ke dalam aturan mesin yang bisa dibaca komputer. Ini memastikan interpretasi regulasi lebih praktis dan sesuai kondisi lapangan, yang sangat penting agar otomatisasi benar-benar bermanfaat.” Deputy CEO BCA (Building and Construction Authority), Heng Teck Thai, turut mendukung: “BCA menyambut baik PoC ini karena alat semacam ini meringankan beban kepatuhan terhadap kode, membantu konsultan memberikan nilai lebih kepada klien, serta mendukung tujuan digitalisasi Built Environment Industry Transformation Map. Kami juga menyambut ekspansi Nemetschek di Asia, seiring sektor konstruksi Singapura memasuki fase transformasi digital berikutnya.” Langkah Selanjutnya PoC ini akan berlangsung hingga Juni 2026. Jika berhasil, ruang lingkupnya akan diperluas ke pemeriksaan keselamatan kebakaran dan integritas struktural, yang berpotensi mencakup hingga 85% persyaratan izin di Singapura. Secara paralel, AcePLP akan memimpin upaya pemberdayaan industri, termasuk pelatihan tim konsultan, membimbing QP (Qualified Persons) dalam alur kerja pemeriksaan berbasis aturan, dan mendukung perkembangan sistem pengajuan regulasi digital. Hal ini memastikan solusi tidak hanya matang secara teknis, tetapi juga mudah diadopsi oleh pasar. Bagi pengembang, layanan cloud ini akan terintegrasi langsung dengan perangkat BIM populer seperti Autodesk Revit dan ArchiCAD, sehingga proses pemeriksaan otomatis lebih mulus dengan memanfaatkan kekuatan OpenBIM. Tentang Solibri Solibri adalah pemimpin internasional dalam bidang BIM Quality Assurance dan Quality Control. Perusahaan ini menyediakan alat siap pakai untuk validasi BIM, pemeriksaan kepatuhan, koordinasi proses desain, tinjauan desain, analisis, hingga pemeriksaan kode. Misi Solibri adalah meningkatkan kualitas desain berbasis BIM dan menjadikan proses desain serta konstruksi lebih produktif dan hemat biaya. Saat ini, pelanggan Solibri mencakup pengembang besar, perusahaan konstruksi, arsitek, dan firma teknik di lebih dari 70 negara. Solibri merupakan bagian dari Nemetschek Group. Tentang AcePLP AcePLP adalah konsultan konstruksi digital berbasis di Singapura yang berfokus pada percepatan adopsi digital di sektor konstruksi. Dengan keahlian mendalam dalam alur kerja BIM, pengiriman proyek, dan pengajuan regulasi, AcePLP menghadirkan solusi yang lebih cerdas, patuh, dan berorientasi pada produktivitas. Perusahaan ini bekerja erat dengan pemilik proyek, konsultan, dan kontraktor untuk menyesuaikan alur kerja dengan inisiatif nasional seperti CORENET X dan Built Environment Industry Transformation Map. Sebagai pemimpin transformasi tenaga kerja, AcePLP juga menjalankan program magang jangka panjang yang telah melatih ribuan profesional muda di bidang digital delivery. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
Agustus 27, 2025

Dari Risiko ke Keandalan dengan Validasi Model BIM Berbasis Cloud dari Solibri

Quality assurance pada BIM (Building Information Modeling) adalah hal yang sangat penting bagi desainer, kontraktor, hingga pemilik proyek. Selama lebih dari 25 tahun, Solibri telah berkomitmen menjaga kualitas model dengan standar terbuka. Kini, Solibri menghadirkan solusi terbaru berupa model checker berbasis cloud yang bisa digunakan baik untuk Revit maupun OpenBIM. Solibri CheckPoint Kesalahan data desain yang tidak terdeteksi hingga tahap konstruksi atau serah terima bisa menimbulkan biaya tambahan yang besar. Menurut penelitian, biaya perbaikan langsung bisa mencapai 5% dari anggaran proyek, sementara biaya tidak langsung bisa dua kali lipat dari angka tersebut. Itulah mengapa kualitas BIM wajib dijaga oleh semua pihak yang terlibat. Solibri selama ini telah membantu perusahaan menghemat miliaran dolar dalam waktu dan sumber daya. Hingga tahun 2024, tercatat lebih dari 14,6 juta jam penggunaan dan berhasil menemukan 3,2 miliar isu dalam model. Pada Januari 2025, Solibri meluncurkan inovasi baru: Solibri CheckPoint, sebuah alat berbasis cloud untuk memeriksa kualitas model asli Revit maupun file IFC. Misi: Membuat Quality Assurance BIM Lebih Mudah Diakses Selama lebih dari dua dekade, Solibri menjadi pionir dalam quality assurance BIM dengan membantu tim di seluruh dunia memastikan akurasi dan kepatuhan model. Produk utamanya, Solibri Office, telah lama dipercaya terutama di Eropa Utara yang banyak mengadopsi OpenBIM. Namun, para pengguna menginginkan penyempurnaan yang lebih besar. Menurut CEO Solibri, Ville Kyytsönen, “Pengguna mengenal Solibri sebagai alat yang kuat, tetapi sebagian merasa proses belajar dan implementasinya cukup sulit—terutama bagi pengguna BIM yang masih baru.” Masukan tersebut menjadi dasar pengembangan produk terbaru. Fokus utama tim R&D Solibri adalah meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus membuat quality assurance BIM lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan. Kebutuhan lain yang banyak diminta adalah model checker berbasis cloud serta kemampuan untuk memvalidasi model Revit selain IFC. Dengan menjawab kebutuhan ini, Solibri menghadirkan solusi yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah pengguna. Mengurangi Risiko Proyek dengan Workflow BIM yang Cepat Seringkali, pengecekan kualitas BIM dianggap hanya tanggung jawab pihak tertentu. Padahal, fungsinya jauh lebih luas dari sekadar clash detection. Pengecekan ini penting untuk menjaga integritas data sepanjang siklus hidup proyek. Solibri CheckPoint dirancang agar pengecekan BIM lebih mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Desainer bisa memastikan model sesuai standar regulasi. Kontraktor utama bisa menjamin interoperabilitas model dan kualitas data untuk mendukung proses konstruksi. CheckPoint juga terintegrasi dengan Autodesk Construction Cloud (ACC) dan Procore, sehingga dapat mengikuti alur kerja proyek dengan lancar. Fitur tambahannya meliputi manajemen isu dengan dukungan BCF serta perhitungan kuantitas. Dengan dukungan untuk file Revit asli dan IFC, pengguna Revit tidak perlu lagi melakukan ekspor IFC yang memakan waktu. Di sisi lain, mereka yang wajib menyerahkan file IFC tetap bisa melakukan pengecekan dengan mudah. Pengalaman Pengguna yang Intuitif Solibri CheckPoint berjalan langsung di browser dengan antarmuka modern dan intuitif. Hal ini membuat proses pengecekan model dapat dilakukan oleh semua pengguna BIM, bahkan yang masih pemula. Menurut Ville Kyytsönen, “Solibri CheckPoint sudah mencakup sekitar 80% kebutuhan umum di proyek saat ini. Untuk proyek dengan proses BIM penuh, Solibri Office tetap jadi pilihan utama, tetapi CheckPoint adalah cara terbaik untuk memulai.” Sebagai aplikasi berbasis cloud, CheckPoint juga meringankan pekerjaan tim IT. Tidak ada lagi instalasi rumit di banyak perangkat, karena update software dilakukan otomatis. Dari sisi keamanan, Solibri juga mengutamakan perlindungan data. Produk ini sudah ISO 27001 compliant, memastikan semua data tersimpan, diproses, dan dicadangkan dengan aman. Menuju Masa Depan yang Terintegrasi Walaupun Solibri CheckPoint sudah menjadi alat yang lengkap, pengembang masih menyiapkan integrasi lebih erat dengan produk Solibri lainnya dan dukungan ke lebih banyak platform CDE (Common Data Environment). Visi ke depan adalah menuju ekosistem berbasis cloud, di mana semua aplikasi Solibri bisa digunakan lintas perangkat. Misalnya, aplikasi desktop akan mendapatkan fitur tambahan yang langsung terhubung ke cloud. Selain itu, meningkatnya kebutuhan data terkait manajemen material, izin bangunan, hingga analisis siklus hidup (LCA) akan membuat quality assurance BIM semakin penting. Keunggulan Kompetitif dengan Quality Assurance BIM Dengan kehadiran Solibri CheckPoint, Solibri memperluas jangkauan terutama di pasar Inggris dan Amerika Serikat. Banyak pengguna lama yang sudah menggabungkan solusi desktop dan cloud untuk menyesuaikan kebutuhan proyek mereka. Dalam proyek konstruksi yang semakin kompleks, kesalahan kecil bisa menimbulkan keterlambatan dan biaya besar. Dengan melakukan validasi model sejak awal dan secara berkala, tim bisa memastikan integritas data serta akurasi desain sepanjang siklus proyek—yang secara langsung melindungi margin keuntungan. Solibri percaya, perusahaan yang mengutamakan quality assurance BIM akan menjadi pemimpin di industri. Mereka bisa mengurangi risiko, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing di era konstruksi digital. Dengan Solibri CheckPoint, kini tidak ada lagi alasan untuk membiarkan kualitas BIM menjadi taruhan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
Agustus 13, 2025

Solibri Anywhere: Cara Mudah Melihat dan Berkolaborasi pada Model BIM

Di dunia konstruksi modern, kolaborasi antar tim menjadi kunci keberhasilan proyek. Arsitek, insinyur, kontraktor, hingga pemilik proyek perlu bisa melihat dan memahami model BIM (Building Information Modeling) tanpa ribet. Nah, di sinilah Solibri Anywhere hadir sebagai solusi praktis. Apa Itu Solibri Anywhere? Solibri Anywhere adalah aplikasi gratis dari Solibri yang memungkinkan siapa saja untuk membuka, melihat, dan memeriksa model BIM dalam format IFC. Dengan aplikasi ini, Anda tidak perlu software BIM yang mahal atau kompleks hanya untuk sekadar memeriksa desain atau mengecek detail bangunan. Keunggulan Solibri Anywhere 1. Gratis dan Mudah Digunakan Tidak perlu lisensi berbayar — cukup unduh, install, dan Anda bisa langsung melihat model BIM. 2. Mendukung Format IFC IFC adalah standar terbuka dalam BIM, sehingga Solibri Anywhere bisa membaca model dari berbagai software desain seperti Archicad, Revit, atau Vectorworks. 3. Navigasi dan Pemeriksaan Detail Anda bisa memutar, memperbesar, atau menyorot bagian tertentu dari model. Detail seperti dimensi, material, dan properti objek dapat dilihat dengan jelas. 4. Kolaborasi Lebih Mudah Dengan fitur komentar dan markup, tim proyek dapat memberi masukan langsung pada bagian model yang relevan, sehingga komunikasi menjadi lebih jelas. 5. Ringan dan Cepat Tidak memerlukan spesifikasi komputer yang terlalu tinggi, sehingga bisa digunakan di banyak perangkat kerja. Manfaat untuk Tim Proyek Arsitek: memudahkan koordinasi desain dengan klien atau kontraktor. Kontraktor: memahami rencana kerja tanpa harus membuka file asli yang berat. Pemilik Proyek: melihat progres desain dengan mudah. Tim Lapangan: membawa model ke lokasi proyek untuk pengecekan langsung. Kesimpulan Solibri Anywhere adalah alat yang sangat berguna bagi siapa saja yang terlibat dalam proyek berbasis BIM. Dengan sifatnya yang gratis, mudah digunakan, dan mendukung kolaborasi, aplikasi ini membantu semua pihak memahami desain dengan lebih baik, mengurangi kesalahan, dan mempercepat proses kerja. Kalau proyek Anda sudah menggunakan BIM, Solibri Anywhere bisa menjadi “jembatan komunikasi” yang memudahkan semua orang melihat gambaran yang sama. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan solibri indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi solibri.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • Previous
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • Next

Recent Posts

  • Pentingnya Mendesain Bangunan yang Ramah Akses Sejak Awal
  • Solibri Luncurkan Platform Baru untuk Meningkatkan Kualitas dan Kepatuhan Model BIM
  • Granlund Luncurkan Ekstensi Solibri untuk Memastikan Kualitas Data MEP di Finlandia
  • Membuka Potensi Penuh BIM dengan Format Data Terbuka
  • Solibri CheckPoint Terintegrasi dengan Procore: Kolaborasi dan Validasi Model BIM Secara Real-Time

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024

Categories

  • Blog
  • Uncategorized

Solibri Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Solibri. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • solibri@ilogoindonesia.id